Farel Akasa, Dalang Cilik Asal Singosari yang Berprestasi dan Tetap Mengaji

0
155

Inspirasi Pendidikan – Wayang adalah salah satu seni pertunjukkan yang populer di Indonesia. Dalam pertunjukkan wayang, ada seniman utama yang membawakan cerita dengan berbagai tokoh pewayangan yang berbeda. Seniman utama itu disebut dengan dalang. Dalang adalah leading artist atau pemimpin pertunjukkan dalam seni pertunjukkan wayang. Umumnya, posisi dalang diisi oleh pria dewasa karena memang pekerjaan dalang yang terbilang berat. Namun, hal tersebut tidak untuk anak satu ini.

Mohamad Aldino Nafarel Akasa atau akrab disapa dengan Farel adalah dalang cilik asal Singosari, Kabupaten Malang. Di usia yang masih dini, Farel telah menjadi sosok inspiratif dengan menjadi dalang dalam seni pertunjukkan wayang. Anak yang masih duduk di bangku kelas 4 SDI Al-Maarif 02 Singosari itu ditemui oleh redaksi Inspirasi Pendidikan saat tampil dalam pertunjukkan wayang di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (03/09/2017). Anak dari pasangan Novi Hermawan dan Siti Mutmainah itu tampil dengan gagah saat menjadi dalang pada kegiatan malam itu.

Di usianya yang masih 9 tahun, Farel telah menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan setiap tokoh dalam pewayangan. Suaranya pun juga lantang dan bisa menjiwai sesuai dengan karakter yang dimainkan. Latar belakang ia menjadi dalang adalah berawal dari kecintaannya terhadap wayang sejak kecil. Menurut penuturan sang ayah, Farel telah menyukai wayang sejak usia 1.5 tahun. Anak kelahiran 9 Mei 2008 juga memiliki cerita menarik dalam prosesnya menjadi dalang, seperti yang diungkap oleh Novi kepada redaksi Inspirasi Pendidikan.

Menurut pria berperawakan tinggi itu menjelaskan, Farel awalnya belajar dalang secara otodidak lewat VCD sampai usia 4 tahun. Kemudian ia diikutkan les dalang di Senaputra Malang.

“Nama gurunya adalah Mbah Suwarno dan kemudian Farel diles privatkan ke anak dari Mbah Suwarno bernama Mas Bagus untuk meningkatkan kualitas dalangnya”, papar Novi.

Kemampuan dalang Farel ditampilkan pertama kali saat ia mengikuti parade dalang cilik se-Kabupaten Malang pada tahun 2012 di Desa Gribik Malang saat masih duduk di bangku PAUD. Kemudian ia banyak mendapat undangan untuk mengisi pagelaran wayang di berbagai tempat.

Farel memiliki cita-cita yang besar. Saat ditanya tentang cita-citanya, Farel menjawab ingin menjadi kyai besar yang juga dalang. Ia menambahkan, ingin dipanggil Presiden Jokowi untuk main dalang. “Saya ingin main dalang diundang pak Jokowi”, harapnya.

Cita-cita Farel pun diamini oleh kedua orang tuanya. Mereka juga berharap nantinya Farel bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

“Harapan kami senagai orang tua selalu diberi keberkahan dalam setiap langkah hidupnya nanti. Jadi seorang pemimpin yang baik bagi keluarga dan bermanfaat untuk orang banyak disekitarnya”, pungkas Novi.

Selain aktifitas seputar dalang dan wayang, Farel juga tak ketinggalan dalam pendidikannya. Beberapa kali ia mewakili sekolahnya untuk tampil di berbagai kegiatan dan menorehkan prestasi Dalang cilik yang berdomisili di Jl. Rogonoto Gang 4 RT. 02/RW. 04 Losari, Singosari, Kabupaten Malang itu juga rutin mengaji di TPQ setiap hari dan belajar qiroah setiap minggunya. (ncp)

loading...