Merangkul Masyarakat dan Terapkan Pendidikan Ramah Anak, Suliyani Rubah Image SDN Songgokerto 3

0
55

Inspirasi Pendidikan – Banyak persepsi bahwa maju mundurnya sebuah lembaga, organisasi, instansi dan sebagainya banyak dipengaruhi oleh peran ketua atau kepala dalam memimpin dan mengelola lembaga tersebut. Dalam konteks dunia pendidikan, kemajuan sebuah sekolah juga tidak lepas dari manajemen yang diatur dan dikelola dengan baik oleh pemimpinnya. Hal inilah yang terlihat di SDN Songgokerto 3, Jl. Arumdalu 79 B Songgoriti Kota Batu.

Sekolah tersebut telah mengalami berbagai perubahan positif dalam peningkatan kualitas pendidikan. Dalam berbagai proses tersebut, peran penting ada pada Suliyani, M.Pd., Kepala SDN Songgokerto 3 yang menjabat sejak tahun 2014. Lulusan pascasarjana Universitas Gresik jurusan Manajemen Pendidikan menginisiasi banyak ide dan program untuk memajukan sekolah di kawasan wisata songgoriti itu.

Sekilas, pengelolaan yang dilakukan oleh wanita yang akrab disapa Bu Suliyani tampak pada bangunan sekolah dengan atap warna-warni, suasana sekolah yang bersih, asri dan taman yang tertata rapi. Selain itu, pemandangan perbukitan dan lokasi sekolah yang jauh dari bising dan polusi kendaraan bermotor turut mendukung lingkungan belajar yang nyaman.

Saat ditemui dikantornya, Suliyani menjelaskan, untuk membuat lingkungan sekolah bersih, indah dan nyaman, ia awalnya mencontohkan penanaman tanaman hias.

“Dari awal saya mencontohkan untuk menanam, sekarang tertata berbagai tanaman hias di depan kelas dan kantor. Anak-anak akhirnya juga terbiasa untuk menjaga kebersihan dengan mengambil sampah yang berserakan” jelasnya.

Masih Suliyani, ia bersama para siswa, guru dan wali murid juga berhasil menciptakan green house di halaman sekolah. Di dalam green house tersebut terdapat berbagai tanaman seperti buah-buahan, tanaman toga, sayur mayur sampai tanaman hias.

“Hasil yang didapatkan dari tanaman tersebut kembali kepada keluarga besar SDN Songgokerto 3”, terang wanita yang pernah mengajar di SDN Sidomulyo 3 dan SDN Sisir 5 itu.

Buah dari kerja keras yang dilakukan, SDN Songgokerto 3 menjadi Sekolah Adiwiyata Kota Batu tahun 2015 dan sedianya akan mewakili di tingkat provinsi. Juara bukan menjadi tujuan utama, melainkan membuat kenyamanan belajar para siswa ini yang penting.

“Konsep yang saya terapkan adalah sekolah sebagai taman untuk membentuk karakter anak dengan menerapkan pendidikan ramah anak”, pungkasnya.

Pandai Merangkul

Datangnya Suliyani sebagai kepala sekolah seperti membawa angin segar bagi SDN Songgokerto 3. Menurut penuturan salah satu tokoh, sebelumnya kondisi sekolah cukup memprihatinkan hingga adanya gesekan dengan masyarakat. Keadaan tersebut berubah 180 derajat dengan langkah yang diambil oleh sang inisiator.

Dengan kepemimpinan yang inklusif, Suliyani mampu merangkul berbagai elemen masyarakat untuk ikut memajukan pendidikan disana. Terbukti, ia mampu mengembangkan kegiatan rutin sekolah bersinergi dengan masyarakat dan lembaga pendidikan lainnya, semisal kegiatan manasik haji. Selain itu, ia juga mampu merangkul masyarakat dan wali murid sehingga turut berpartisipasi dalam membangun sekolah.

“Saya hanya berusaha terbuka apa adanya kepada seluruh pihak tentang kondisi sekolah, terutama dalam urusan finansial. Hal ini supaya masyarakat dan wali murid ikut memiliki sekolah ini”, tandas wanita yang bertempat tinggal di Bulukerto itu.

Tidak hanya pembangunan fisik saja, pembangunan kualitas dan karakter siswa juga dilakukan. Kepala sekolah membuat sebuah terobosan, salah satunya dengan membekali para siswa untuk memiliki keimanan yang kuat.

“Kami bersinergi dengan beberapa TPQ disini untuk ikut membantu mendidik anak dalam hal agama”, paparnya. Selain itu, lulusan dari SDN Songgokerto 3 juga banyak yang masuk di sekolah-sekolah negeri favorit.

Pengelolaan serta manajemen yang baik membuat trust masyarakat terhadap image sekolah semakin membaik. Melihat kondisi sekolah yang bertempat di kawasan wisata, Suliyani mengedepankan sinergi dengan berbagai pihak hingga muncul berbagai program bersama seperti, kerja bakti masal, majlis Jumat legi, doa bersama dan lain sebagainya.

“Dengan bersama apapun bisa dilakukan!”, serunya.

Bersama komite dan seluruh guru, SDN Songgokerto 3 juga pernah meraih penghargaan sebagai komite sekolah terbaik dari Walikota Batu. Ini hanya sekelumit pencapaian yang didapat oleh SDN Songgokerto bersama kepala sekolah, Suliyani, M.Pd. (ncp)

loading...