Lulu Lazimatul Khoiriyah Belajar Ikhlas dan Mengatur Waktu

0
153
Processed with VSCO with c9 preset

Biodata :

Nama :
Lulu Lazimatul ­Khoiriyah
Jenis Kelamin :
Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir :
Kebumen, 11 Mei 1995
Alamat :
Darussalam, RT 02, RW 02Bandung, ­Kebumen, Jawa Tengah
Alamat di Malang :
Pondok Pesantren Putri Al-Hikmah Al-FathimiyyahJalan Joyosuko 60A Merjosari, Malang,
Pendidikan :
Sarjana Pertanian
Memiliki keahlian yang baik dalam bidang komputer (MS Word, MS Excel, MS PowerPoint, MS Visio, and Internet
Keterampilan komunikasi yang baik, jujur, tanggung jawab, teliti disiplin dan pekerja keras

Ingin tahu sosok ysng disebut santri? Tanyakan ke Lulu Lazimatul Khoiriyah, santriwati Pondok Pesantren Putri Al-Hikmah Al-Fathimiyyah.
Menurutnya, santri bukan sekadar sosok yang menempati pesantren, tapi mereka yang sedang mendalami ilmu agama dan melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh.

Karena batasan itu juga membuat Lulu yang bergelar Sarjana Pertanian ini merasa sungkan (tidak enak), jika ada yang meneyebutnya sebagai santri. Namun sisi positinya, hal itu membuatnya ingin terus berproses guna mengaplikasikan makna santri yang sesungguhnya pada dirinya.

Harapannya tentu saja agar dia lebih pantas disebut sebagai seorang santri. “Tapi saya belum bisa menjadi dua-duanya, setidaknya sedang belajar mendekati kedua makna santri tersebut,” ungkapnya bersungguh-sungguh.

Lulu mengaku tujuan awal menyantri untuk menuruti keinginan sang ibu yang berharap dapat membentuk anaknya. “Ya agar saya tidak hanya memperhatikan ilmu pengetahuan umum namun juga memperkuat ilmu agama. Karena itu pada tahun 2015 lalu saya memutuskan untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren,” ceritanya.

Ibu, lanjutnya, juga mengatakan apa pun ilmu yang sedang kamu pelajari adalah ilmu Allah. Ketika diniatkan dengan baik maka semua jadi ibadah.
“Karena itu saya ingin membahagiakan Ibu. Ya seserhana itu awal saya mondok di pesantren,” ujar perempuan asal Kebumen ini.

Lebih lanjut dia berharap, ketika menyantri bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan cara rutin mengaji. Dengan mengaji ilmu berupa nasihat-nasihat dari guru-guru (orang sholeh) bisa dia terima. Selain itu mengaji di pesantren juga untuk menuntaskan ilmu-ilmu agama yang sebelumnya pernah dia terima dan pelajari.”Setelah lama-lama nyaman di pondok. Harapan saya mendapatkan barokahnya guru dan pengasuh, yang nantinya bisa bermanfaat,” bebernya
Disinggung terkait upaya untuk mencapai tujuan awal belajar di pesantren, dia mengungkapkan caranya adalah dengan belajar ikhlas dan melakukan manajemen waktu yang baik. Terlebih dia harus membagi waktu antara
menempuh jenjang pendidikan S2 dan juga mengimbangi kegiatan atau aktivitas di pesantren.

“Aktivitas-aktivitas di kampus, terkadang membuat saya emosional karena merasa waktunya kurang. Namun kembali lagi, semua bisa terlaksana dengan manajemen waktu yang baik dan tentunya ikhlas menerima hasil apa pun,” jelasnya
Menurutnya, sesuatu yang menarik ketika menyantri adalah mampu merasakan belajar dengan sikap lingkungan pertemanan yang tidak berfokus dengan urusan dunia. Lingkungan yang ada, seakan-akan tidak ditakutkan dengan masa depan.Maksudnya manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin. Urusan hasil, dipasrahkan kepada Allah Swt.

“Selain itu, hal paling menarik yang saya dapat ketika menyantri bisa dekat dengan keluarga “Ndalem” (Pengasuh). Jadi bagi teman-teman yang sedang mondok, nikmati masa-masa di pesantren sebelum kita disibukkan dengan urusan pribadi. Cari ilmu sebanyak-banyaknya, kemudian amalkan,” tutupnya. (was)

Loading...