Pembangunan Karakter Bangsa Lewat Keluarga

0
215
Nama peresensi : Muhammad Hafizh Paramaputra, Asal : Malang, Ttl : Malang, 03 Februari 2001, Profesi saat ini : Mahasiswa, Judul Buku : Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga Penulis : Dr. H. Amirulloh Syarbini, M. Ag., Penerbit : Ar-Ruzz Media, Cetakan/Tahun terbit: Cetakan I/ 2016, Tebal : 232 halaman

Buku berjudul Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga merupakan buku hasil karya Dr. H. Amirulloh Syarbini, M. Ag. Buku ini diterbitkan pada tahun 2016. Syarbini menulis buku ini dengan maksud sebagai upaya nyata dalam membantu menyukseskan program pembangunan karakter bangsa. Penulis berpikiran bahwa keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter bangsa.

Keluarga akan membentuk karakter seseorang dan berpengaruh pada lingkungannya. Jika karakter itu baik, ia akan berpengaruh baik pada lingkungannya. Sebaliknya, jika karakter itu tidak baik, ia akan berpengaruh luas pada lingkungannya. Bahkan, pada akhirnya ia akan menjelma menjadi karakter bangsa. Berdasarkan hal tersebutlah penulis membuat buku dengan mengarahkan pada keluarga sebagai peran pertama dalam pembentukan karakter bangsa.

Di dalam buku ini, disediakan pembahasan yang berdasar dari pemikiran penulis. Kemudian dicantumkan dalam lima bab utama. Bab pertama merupakan pendahuluan. Pada awal bab ini diceritakan tentang kasus yang terjadi karena kerusakan moral Bangsa Indonesia. Seperti maraknya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) pada semua instansi pemerintahan. Berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK), praktik KKN di Indonesia tahun 2012 naik menjadi 3% dari 2,8% di tahun 2011.

Dengan hasil ini, Indonesia berhasil meraih peningkatan peringkat yang cukup signifikan. Yakni termasuk sebagai negara paling korup pertama dari 12 negara di Asia dan berada diurutan ketiga dari 180 negara di dunia berdasarkan hasil penilaian lembaga penelitian Internasional, seperti Political and Economic Rich Consultancy di Hongkong dan Transparancy Global Index di Jerman.

Baca Juga: Memoar Kesasar Melamar, Oleh : Fina Nur Asiyah

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan suatu upaya untuk mencegah perilaku buruk khususnya bagi usia muda. Maka diperlukan pendidikan yang mampu membuat perilaku menjadi lebih baik. Yaitu dengan pendidikan karakter yang dibahas pada bab kedua. Pendidikan karakter sendiri meliputi akhlak, etika, moral, dan budi pekerti.

Pendidikan karakter bukan hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang hal baik sehingga peserta didik menjadi paham tentang yang benar dan yang salah. Di bab dua ini akan dijelaskan pendidikan karakter seperti penalaran moral, harga diri, empati, dan lain-lain.

Kemudian pada bab ketiga dijabarkan mengenai konsep keluarga. Mulai dari pengertian keluarga, peran dan fungsi keluarga, konsep keluarga sakinah, dan keluarga sebagai lembaga pendidikan. Dalam konsep ini, keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Perawatan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan. Intinya keluarga merupakan lembaga pertama pendidikan seseorang sehingga pendidikan karakter harus diberdayakan secara serius di keluarga.

Lalu pada bab keempat dijabarkan mengenai model pendidikan karakter dalam keluarga. Pada buku ini dijelaskan mengenai model pendidikan yang diadaptasi dari Basic Teaching Model yang dikembangkan Robert Glaser pada 1962. Model ini disebut basic karena menggambarkan model pendidikan hanya dalam empat komponen, yaitu tujuan, program, proses, dan evalusasi. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai model pendidikan ini bisa mempelajarinya pada bab keempat ini.

Baca Juga: Rahasia Menjadi Guru Idola Oleh : Bryan Satriya Hanggar Fidianata Putra

Kemudian pada bab terakhir yaitu bab kelima berisi kesimpulan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya.

Buku ini merupakan buku yang berisi ilmu-ilmu pendidikan karakter yang didasarkan pada pendidikan yang dilakukan di lingkungan keluarga. Kelebihan dari buku ini adalah mampu menyajikan mulai dari pendidikan karakter hingga model pendidikan karakter dalam keluarga dengan baik, sehingga mudah dipahami.

Lalu juga ditampilkan diagram pendukung yang mempermudah pembaca untuk memaknai materi yang dibaca. Kekurangannya adalah kurangnya contoh konkrit dari setiap materi atau bahasan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pembaca untuk membayangkan penerapan pendidikan karakter ini di kehidupan sehari-hari. Namun secara keseluruhan buku ini menarik untuk dibaca, khususnya bagi seseorang yang baru berkeluarga.