Bersyukurlah !, Oleh : Welly Widianti Pribadi

0
22
Welly Widianti Pribadi, Sekretaris II Sabha Pena MAN Bondowoso

“Pada akhirnya kita sadar
segala yang digariskan oleh-Nya adalah
yang terbaik untuk kehidupan kita”

Judul       : Skenario dari Langit
Penulis    : @AYATSUCI
Penerbit  : Sahima Depok
Tebal      : x + 200 Halaman

Sepertinya sudah banyak keinginan yang cepat-cepat terwujud. Nikmat yang telah Dia berikan seolah-olah belum memenuhi taraf hidup. Menghalalkan segala cara untuk memuaskan segala ekspektasi yang semestinya sangat tidak diperlukan dalam hidup.

Rasanya sangat malu jika kita berlarut-larut dalam kemaksiatan tetapi kita minta segala apa yang ditengadahkan cepat dikabulkan. Bersyukur sudah tak tertanam dalam jiwa dan raga. Saat Dia uji kita dengan sedikit musibah lantas kita mengeluh sambil mengatakan Dia tidak adil?

Hakikatnya semua ini hanya titipan. Dan titipan itu akan ditarik kembali oleh pemiliknya. Tugas kita hanya menjaga dan bersyukur atas apa yang Dia titipkan untuk kita. Jika suatu saat apa yang kita cintai lepas begitu saja, itu sudah menjadi skenario yang di gariskan oleh-Nya. Ikhlaskan agar hatimu lapang.

Baca Juga :

Dilan Adalah Milikku

Sayap Sayap Patah

Resensi The Psychology of Money, Oleh: Bryan Satriya Hanggar Fidianata Putra

Perjuangkan apa yang menurut kita pantas untuk diperjuankan. Jangan lupa libatkan Allah dalam segala hal yang akan kita lakukan. Jika memang realita tak semanis eksektasi, rehatlah sejenak! Renungkan apa yang telah Dia berikan untuk hidup kita. Sesak di dada akan memudar tatkala rasa syukur itu menjalar dalam diri kita.

Seperti motivasi yang terselip di dalam banyaknya motivasi buku ini, “Salah satu tanda bahwa sesuatu itu layak engkau dapatkan, adalah dengan terus ditumbuhkan-Nya rasa ingin berjuang, meski sudah gagal berulang..”

Bukankah kita pernah berdoa agar selalu didekatkan oleh sesuatu yang terbaik untuk kelangsungan hidup kita? Lantas mengapa kita memprotes setiap takdir yang sudah diatur oleh-Nya? Tentang cinta yang tumbuh dalam hati seseorang. Belum sempat ia menggapai cinta itu tetapi cinta itu pupus dalam perjalanan.

Sadarlah, mungkin selama ini kita menomor duakan Allah, hingga pada akhirnya Dia kirimkan surat rindu pada hamba-Nya lewat perihnya patah hati. Jatuh cinta memanglah indah. Tetapi akan indah jika dalam pengabdian seorang hamba kepada Rabb-Nya.

Mencintai seseorang tidaklah salah. Malah, cinta itu memang harus ada dalam setiap hati manusia. Namun, cara kita menempuh cinta itu kadanglah salah. Yang semestinya kita harus sabar menjaga perasaan cinta itu namun, kita terlalu terburu-buru melewati takdir yang ditentukan.

Perihal rezeki, jodoh, dan kematian itu sudah ditentukan. Semuanya sudah ditata rapi di dalam skenario-Nya. Dia mengatur segalanya dengan sempurna. Karena itu sudah sepantasnya kita pasrahkan semuanya pada Allah Yang Maha Sempurna. Bersabarlah atas kebahagiaan dan kesedihaan yang tengah engkau rasakan.

Setiap manusia memiliki perannya masing-masing. Semuanya sudah tertakar dan tak mungkin tertukar. Masalah hidup yang selalu menghampiri jangan kita anggap hanyalah kita yang hidupnya merasa paling susah.

Allah tak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan kita. Jika kita melihat orang lain hidupnya selalu baik dibanding hidup kita, mungkin itu hanya perspektif kita sebagai manusia.

Tanpa kita tahu, ternyata orang yang kita baik-baik saja kehidupannya sangatlah menyedihkan dari pada kita. Doa adalah senjata untuk memperdekat kita dengan mimpi-mimpi kita. Doa itu ibarat kayuhan sepeda Baca konten selengkapnya di Tabloid Inspirasi Pendidikan