Mahasiswa PMM-35 Sosialisasi Narkoba

by
Foto : Ist- IP Sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepad siswa-siswi Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Babussalam di Warung Ilmu Lereng Kaki Gunung Karang Sari
Foto : Ist- IP Sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepad siswa-siswi Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Babussalam di Warung Ilmu Lereng Kaki Gunung Karang Sari

Malang, IP – Sejak 5 Oktober hingga 4 November 2020, sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat (PMM) di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Beberapa program pengabdian mereka lakukan.
Seperti Tim PMM UMM kelompok 35. Mereka beranggotakan lima orang dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), yakni Ravika Duri, Dian Aulia, Novia Rizky Dian K.P, Dinda Desy K.P, dan Diana Rosalina.
Mereka berkolaborasi dengan “Galeri Kreatif’ melakukan beberapa program pengabdian. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, sosialisasi protokol kesehatan (prokes) pandemi Covid-19, dan sosialisasi penyalahgunaan narkoba.
Sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba terlaksana pada Kamis (29/10/2020). Tim PMM Kelompok 35 bersama pendiri Galeri Kreatif yakni Muzeki memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya narkoba kepada para santri Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Babussalam di Warung Ilmu Lereng Kaki Gunung Karang Sari. Sosialisasi dihadiri sekitar 50 siswa-siswi TPQ dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pandemic Covid-19. Yaitu, bermasker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak.
Tidak hanya sosialisasi, para peserta juga diberikan doorprize menarik yang diselingi permainan edukasi, agar peserta lebih semangat dan antusias dalam menyimak materi yang diberikan. “Sosialisasi sebagai bentuk penanaman pendidikan karakter dan usaha preventif pencegahan penyalahgunaan narkoba” ujar Muzeki.
Dian Aulia anggota PMM 35 dalam paparan materinya di hadapan para peserta mengatakan, bahwa narkoba berdampak pada berbagai aspek kehidupan, baik kesehatan  dan ekonomi. Karena itu, narkoba harus dihindari karena pengaruhnya tidak hanya berdampak pada fisik, namun juga berdampak pada psikologis, emosional, dan lingkungan.”Sosialisasi narkoba diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan dapat melakukan pencegahan sejak dini mengenai bahaya penggunaan obat-obat terlarang,” papar Ravika Koordinator PMM 35.
Dia juga menambahkan, sosialisasi ini terlaksana berkat kerja sama dari pendiri Galeri Kreatif serta Supri selaku pengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Babussalam. “Dengan adanya sosialisasi, maka pemberian pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba mampu disalurkan kepada anak-anak. Khususnya di daerah pedesaan agar mereka sadar bagaimana melakukan pencegahan, karena narkoba sangat berdampak negatif bagi generasi penerus bangsa” tandas Dian Aulia yang juga pemateri sosialisasi narkoba.
Anggota PMM 35 lainnya, yakni Dinda Desy K.P berharap agar semua program kerja yang sudah terlaksana di Desa Rejoyoso dapat dijalankan secara berkelanjutan. Karena sedikit banyak dampak positif juga dirasakan oleh masyarakat sekitar secara langsung. Khususnya bagi anak-anak agar tumbuh dengan baik, karena selalu menjauh dari narkoba.
“Respons masyarakat terhadap program kami cukup aktif dan antusias. Selain itu mereka juga ikut berkontribusi. Antusias mereka terlihat dari peserta kegiatan yang selalu datang dengan tepat waktu. Saking aktif dan antusiasnya, peserta yang datang juga sering melebihi kuota yang kita tentukan” tutup Dinda. (was/sap)