Gara-gara Prihatin, Jadilah “A Colouring Book by Lala Aula Our Indonesia”

0
138

Santriwati satu ini mengaku tidak puas jika hanya fokus mempelajari ilmu-ilmu agama. Tekadnya, seorang santriwati harus juga mampu menguasai bidang-bidang lainnya, agar lebih berguna bagi masyarakat sekitar.
Itulah Aula Zahrotin Magfiroh, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tanwinul Hija Malang. Berawal dari hobi menggambar sejak kecil, dia membuat buku mewarnai “Our Indonesia”.
Lala, demikian panggilan akrabnya, memang sengaja memacu diri membuat buku mewarnai untuk anak-anak. “Supaya hobi menggambar saya bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Lala mengaku, sejak Taman Kanak-Kanak (TK) sudah terbiasa menggambar dan mengikuti lomba-lomba. “Saya suka menggambar daripada hanya tulisan. Saya justru tertarik dengan buku yang memadukan gambar dan tulisan,” ujar Lala.

Menurutnya, pembuatan buku mewarnai sebenarnya tidak pernah direncanakan sebelumnya. Setelah mengikuti salah satu komunitas yang mampu mewadahi dan mengembangkan kemampuannya dalam menggambar ­akhirnya tercetus membuat buku mewarnai Our Indonesia.
Tema Indonesia senagaja dipilih gadis berusia 20 tahun ini karena melihat kondisi anak-anak sekarang. Dia prihatin terhadap anak-anak yang mulai lupa dengan banyak hal tentang Indonesia, mulai nama dan asal pahlawan, presiden, sampai agama-agama yang ada di Indonesia.

“Hal itu saya ketahui ketika saya mengajar les saat liburan. Ternyata anak-anak banyak yang belum memahami tentang Indonesia. Tentang agama, beberapa anak mengira bahwa agama itu hanya dua di Indonesia, yakni Islam dan Kristen saja. Yang mengherankan, mereka justru paham banyak hal di luar Indonesia, misalnya budaya Korea” ujar wanita asal Ngawi ini
Buku mewarnai yang dibuat Lala tidak hanya berisi gambar-gambar, melainkan dalam setiap gambar juga dilengkapi dengan deskripsi-deskripsi singkat. Semua gambar dalam buku ini dibuatnya secara manual. Maksudnya dia menggambar menggunakan pensil dan alat-alat gambar lainnya, tidak menggambar secara digital. Setelah gambar selesai, gambar akan di-scan.

Gambar hasil scan inilah yang nantinya akan diedit dan digunakan sebagai bahan membuat buku mewarnai yang berjumlah 62 halaman tersebut.
“Motivasi terbesar karena saya cinta Indonesia. Waktu di Tebu Ireng, KH. Hasyim Asy’ari pernah mengatakan Hubbul Wathan Minal Iman (Mencintai Tanah Air, Sebagian Dari Iman). Itulah yang memotivasi saya, dan sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain” pungkasnya. (was)