MI Amanah Turen, Usung Konsep Pembelajaran Unik dan Nyeleneh

0
763
Kegiatan belajar siswa, tak menggunakan kursi dan beralas karpet. (Foto: Wahyu Setiawan/IP).

Kab Malang, IP – MI Amanah yang terletak di Desa Tanggung, Kecamatan Turen terkenal memiliki konsep pembelajaran “nyeleneh” dan berbeda dengan lembaga pendidikan pada umumnya.

Pasalnya, selain menerapkan program Madrasah Inklusi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Madrasah yang terkenal sebagai sekolah garasi ini, juga memiliki konsep penataan ruang kelas yang terbilang unik.

Saat Inspirasi Pendidikan berkesempatan berkunjung ke sini, Senin (8/8/2022), tampak ruang kelas tidak menggunakan meja maupun kursi layaknya sekolah kebanyakan.

Selama proses belajar, para siswa dan guru menggunakan “meja dampar” dan duduk lesehan beralaskan karpet berwarna hijau.

Tak khayal, lewat penataan semacam ini, membuat interaksi antar guru dengan siswa teras lebih kuat, sehingga dapat mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas.

“Di MI Amanah kita hanya menggunakan meja, kalau di pondok kita menyebutnya meja dampar. Satu anak satu, jadi meja itu bisa dibawa kemana-mana,” ujar Kepala MI Amanah Wiwin Dyah Artika.

Penggunaan sarana meja yang bisa dipindah, bertujuan agar siswa tidak hanya belajar di ruang kelas. Tetapi juga bisa di luar kelas atau tempat lain yang membuat mereka nyaman. Harapannya, siswa bisa belajar dengan lebih baik.

“Kelas itu tidak hanya dijadikan sebagai identitas saja, sehingga moving class ini juga kita berlakukan,” imbuhnya

Kembangkan Pengetahuan, Dari Outing Class hingga Pojok Baca

Aktifitas reading time siswa di pojok baca ruang kelas. (Foto: Wahyu Setiawan/IP).

Demi mendorong perkembangan pengetahuan anak, madrasah ini seringkali melakukan outing class sesuai tema. Lewat kegiatan ini, siswa bisa belajar secara langsung di luar kelas.

“Siswa kita ajak keluar, itu kita mencari sarana belajar sesuai dengan tema yang anak-anak pelajari,” sambung Wiwin.

Beberapa ruang kelas juga diisi dengan rak-rak sederhana berisi berbagai macam buku cerita untuk para siswa. Tidak hanya menjadi pajangan, buku-buku tersebut ada untuk merangsang budaya membaca, berpikir dan bercerita bagi siswa di MI Amanah Kecamatan Turen.

“Jadi setengah jam di awal masuk, sebelum pembelajaran itu kita ada reading time. Anak-anak dipandu untuk membaca, baik itu buku cerita atau buku pelajaran. Setelah itu anak-anak kita suruh menceritakan dengan bahasanya mereka,” jelasnya.

Wiwin lantas menyampaikan, inti pendidikan yang pihaknya terapkan adalah melayani siswa sesuai dengan kebutuhan. Termasuk melayani anak berkebutuhan khusus (ABK) lewat program Madrasah Inklusi.

“Makanya di MI Amanah itu ada program Madrasah Inklusi yang sekarang kita angkat. Sejak tahun 2009 memang kita sudah menerima anak berkebutuhan khusus dan kita layani sesuai dengan kebutuhan mereka,” tuturnya.

Setiap Siswa Miliki Kelebihan dan Keistimewaan

Pembiasaan mengaji bagi siswa di MI Amanah. (Foto: Wahyu Setiawan/IP)

Wiwin mengaku, MI Amanah berupaya untuk tidak menyendirikan dan membeda-bedakan antara siswa ABK dengan siswa lainnya. Sebab ia menilai, setiap siswa memiliki kelebihan dan keistimewaannya masing-masing Baca berita selengkapnya di Tabloid Inspirasi Pendidikan