Dukung Golden Age, Global Kids Konsep Pembelajaran yang Menyenangkan

Kegiatan belajar di Global Kids. (Foto: Titania/IP).

Malang, IP – Golden age merupakan fase yang amat penting dalam pertumbuhan anak. Dalam rentang usia tersebut, anak memerlukan perhatian dan pendidikan yang memang dikhususkan bagi anak seusianya.

Guna mendukung fase golden age, orang tua dan guru tentu memiliki peran penting dalam pertumbuhan seorang anak. Maka, perlu adanya kerja sama yang kuat antara kedua belah pihak agar tumbuh kembang anak tetap terkontrol.

Baca Juga:

MLI Preschool, Sediakan Beragam Kegiatan Tunjang Kemampuan Siswa

Peserta Didik TK Tunas Kelapa Gesit Tampilkan Tari Topi di KSEC 2022

KB-TK Model Kota Malang, Bentuk Fondasi Dasar Kepribadian Anak

Memaksimalkan pertumbuhan anak di fase golden ini pun bisa dilakukan dengan berbagai cara. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Global Kids, menyediakan pendidikan dengan sistem bilingual.

Kelompok bermain dan taman kanak-kanak yang terletak di Perumahan Permata Jingga ini, membagi siswa direntan usia 2-6 tahun menjadi 4 grade, mereka diajarkan pendidikan bahasa asing dengan tingkatan yang berbeda.

Pembelajaran bahasa asing di sekolah ini pun menyesuaikan latar belakang anak yang tentunya berbeda-beda. Dari sekolah sendiri menyediakan mata pelajaran Bahasa Inggris dan Mandarin.

Tak Melulu Akademis, Pendidikan Karakter Juga Jadi Target

Ratih, Kepala Sekolah Global Kids juga mengungkapkan bahwa Global Kids menerapkan pendidikan character building atau pembentukan karakter pada anak. Hal ini dimulai dengan pendidikan dasar yaitu ketuhanan dan cinta tanah air.

“Sejatinya, anak-anak sekolah TK tidak melulu tentang akademis, melainkan kita memiliki target agar anak-anak bisa bersosialisasi, bertanggung jawab, dan disiplin,” imbuh Ratih.

Berdiri dengan nama Global Kids, pihak sekolah mengaku sekolahnya bersifat global atau keseluruhan dan mampu merangkul 5 agama yang ada di Indonesia, dan tidak terfokus hanya pada satu keyakinan saja.

Guna membentuk karakter yang unggul, tidak lupa sekolah juga mengajarkan siswanya untuk tetap cinta tanah air, contohnya dengan melaksanakan kegiatan upacara bendera.

Pembelajaran yang dilakukan juga harus tetap fun atau menyenangkan, mengingat usia TK merupakan usia yang masih dalam rentang usia bermain.

Setiap pagi sebelum memulai pembelajaran, tiap kelas akan melakukan sharing atau bermain games. Jadi, anak-anak bisa berinteraksi, mengenal, serta bersosialisasi dengan siswa dari kelas lain.

Ratih juga mengungkapkan jika dalam beberapa pertemuan, siswa diajarkan pembelajaran science, seperti membuat volcano, membuat pelangi, atau juga membuat jembatan warna.

Proses pembelajaran sederhana namun tetap fun seperti ini yang memang dibutuhkan untuk anak usia dini Baca konten selengkapnya di Tabloid Inspirasi Pendidikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News