Taman Baca Teras Literasi, Berliterasi Sambil Berkegiatan

0
140
Suyati dan sang suami tunjukkan hasil karya anak-anak. (Foto: Titania/IP).

Malang, IP – Membaca merupakan kunci dari pengetahuan yang luas. Tidak ada batasan usia bagi mereka yang mau terus membaca dan belajar. Lebih-lebih bagi anak-anak yang masih harus terus belajar tentang lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: 

Dunia Kreasi Citraloka, Eksis Beri Edukasi dan Literasi Masyarakat

Upaya Rukhan Mengembangkan Literasi Masyarakat Lewat TBM Teras

Pocadi, Pojok Bacaan di Taman Trunojoyo Kota Malang

Pocadi, Pojok Bacaan di Taman Trunojoyo Kota Malang

Untuk dapat membaca pun tidak harus mengeluarkan uang. Sudah banyak perpustakaan di berbagai daerah yang menyediakan berbagai jenis buku mulai dari buku anak-anak hingga buku tentang ilmu pengetahuan umum.

Salah satu yang ada di Kota Malang adalah Taman Baca Teras Literasi. Taman Baca Teras Literasi ini terletak di Perum PNS, Lesanpuro, Kedungkandang. Didirikan oleh sepasang suami istri sejak tahun 2018, hingga saat ini Taman Baca Teras Literasi masih tetap eksis dengan perkembangannya yang semakin meningkat.

Suyati dan suaminya, atau yang lebih akrab disapa Budhe dan Pakdhe oleh anak-anak sekitar merupakan pendiri Teras Literasi bersama dengan kedua anaknya. Mereka bekerja sama untuk terus mengembangkan Teras Literasi, agar tetap dikenal dan menjadi sebuah perpustakaan kecil yang warga sekitar sukai.

“Setiap hari Minggu, untuk menguatkan literasi dasar khususnya, kami sekeluarga bergiat literasi yang kami namakan Taman Baca Teras Literasi,” ungkap Suyati

Suyati menuturkan, awalnya dirinya sebagai pendidik melihat keseharian anak didiknya yang hanya sekedar bermain di hari Minggu. Kemudian mereka memulai untuk mengadakan kegiatan literasi baca tulis.

Berbekal buku bekas anak mereka yang waktu itu masih layak dan cukup banyak, mereka mengumpulkan anak-anak sekitar untuk berliterasi di hari Minggu.

Terdapat berbagai jenis buku yang ada di Teras Literasi. Mulai buku khusus untuk anak-anak, buku ilmu pengetahuan umum, novel, bahkan saat ini juga terdapat buku karangan ibu-ibu PKK sekitar, serta buku tulisan Suyati dan suaminya sendiri.