Benarkah Dunia Mistis Juga Dikaji Secara Akademis
Malang, IP – Bagi sebagian orang, dunia paranormal identik dengan cerita horor, mitos, atau kisah-kisah yang sulit dijelaskan logika. Namun siapa sangka, di sejumlah universitas ternama dunia, fenomena supranatural justru menjadi bahan kajian akademis yang dipelajari secara serius.
Tentu saja, kampus-kampus ini bukan mengajarkan cara menjadi dukun atau penyihir. Sebaliknya, mereka mengajak mahasiswa memahami sejarah, budaya, psikologi, hingga dampak sosial dari berbagai kepercayaan terhadap fenomena mistis. Pendekatannya lebih ilmiah, kritis, dan multidisiplin.
Kalau penasaran, berikut lima universitas di dunia yang memiliki mata kuliah maupun program penelitian terkait dunia paranormal.
1. University of Ottawa, Kanada: Mengulas Sihir dari Perspektif Sejarah dan Budaya
Di Fakultas Seni University of Ottawa, mahasiswa dapat mengikuti mata kuliah yang membahas sihir, ilmu hitam, hingga tradisi okultisme.
Materi yang dipelajari bukan untuk mempraktikkan ritual tertentu, melainkan memahami bagaimana kepercayaan terhadap hal-hal supranatural berkembang di berbagai peradaban. Mahasiswa diajak melihat kaitan antara praktik okultisme dengan agama, psikologi, sejarah, dan budaya masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memahami mengapa kepercayaan terhadap fenomena paranormal tetap bertahan hingga era modern.
2. University of Edinburgh, Skotlandia: Rumah bagi Penelitian Parapsikologi
Nama University of Edinburgh cukup dikenal dalam dunia penelitian parapsikologi.
Kampus ini memiliki Koestler Parapsychology Unit, sebuah pusat riset yang telah lama meneliti berbagai fenomena seperti pengalaman mistis, kemampuan psikis, mimpi, hingga laporan tentang aktivitas berhantu.
Yang menarik, kajian tersebut dilakukan menggunakan metode penelitian akademis. Mahasiswa dari berbagai jenjang juga dapat mengambil mata kuliah yang berkaitan dengan topik tersebut sesuai bidang studinya.
Pendekatan ilmiah inilah yang membuat kajian paranormal di Edinburgh lebih berfokus pada analisis data dibanding sekadar mempercayai cerita yang beredar.
3. University of Oslo, Norwegia: Mengupas Sejarah Perburuan Penyihir
Kalau membahas sihir di Eropa, University of Oslo punya mata kuliah yang cukup unik.
Fokus utamanya adalah sejarah budaya sihir dan praktik ilmu hitam, terutama pada masa perburuan penyihir di Eropa.
Mahasiswa mempelajari bagaimana konsep penyihir terbentuk dalam masyarakat, bagaimana hukum kala itu memperlakukan mereka, hingga bagaimana kisah-kisah tersebut terekam dalam literatur, dokumen hukum, dan teks sejarah.
Seiring perkembangan materi, pembahasan juga meluas ke okultisme modern dan neopaganisme yang masih berkembang di sejumlah negara.
4. University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat: Paranormal Dilihat dengan Kacamata Kritis
Berbeda dari kampus lainnya, University of Massachusetts Amherst menawarkan mata kuliah daring bertajuk The Paranormal: History, Literature, Science, and Pseudoscience.
Lewat kelas ini, mahasiswa tidak hanya membahas kisah hantu atau UFO, tetapi juga menelaah bagaimana fenomena tersebut dipandang dalam sejarah, sastra, ilmu pengetahuan, hingga pseudoscience.
Mahasiswa didorong untuk berpikir kritis dan mengevaluasi setiap klaim berdasarkan bukti yang tersedia. Dengan demikian, mereka tidak sekadar menerima atau menolak suatu fenomena, melainkan memahami bagaimana fenomena tersebut dipersepsikan oleh masyarakat.
5. University of Exeter, Inggris: Menyelami Esoterisme dan Tradisi Magis
University of Exeter menghadirkan berbagai modul yang membahas sejarah esoterisme Barat, ritual magis, hingga perkembangan ilmu okultisme dari masa ke masa.
Yang membuatnya menarik, mahasiswa dapat menyusun kombinasi mata kuliah sesuai minat masing-masing. Ada yang memilih mempelajari naga dalam sastra Barat, sejarah ilmu sihir, folklor, hingga hubungan antara perkembangan ilmu pengetahuan dengan praktik magis di masa lalu.
Selain kuliah di kelas, mahasiswa juga didorong melakukan penelitian mandiri serta mengikuti berbagai diskusi dan kegiatan lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Dunia Paranormal Bukan Selalu Soal Percaya atau Tidak
Keberadaan mata kuliah bertema paranormal di berbagai universitas menunjukkan bahwa dunia akademik tidak selalu memandang fenomena supranatural sebagai sesuatu yang harus dipercaya ataupun ditolak mentah-mentah.
Sebaliknya, fenomena tersebut dipelajari sebagai bagian dari sejarah peradaban manusia, perkembangan budaya, psikologi, hingga cara masyarakat membangun sistem kepercayaan.
Artinya, ketika sebuah universitas membuka mata kuliah tentang sihir, okultisme, atau parapsikologi, tujuan utamanya bukan mengajarkan praktik mistis. Yang dipelajari justru bagaimana manusia memahami, mencatat, dan menafsirkan berbagai fenomena yang selama berabad-abad menjadi bagian dari kehidupan sosial.
Seperti dikutip dari Beautynesia yang mengutip Study International.
Total Kunjungan: 9700















