
Malang, IP – Membentuk karakter kepemimpinan sejak usia dini dapat dilakukan melalui pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. Hal inilah yang dilakukan Ekskul Jurnalistik SD Katolik Santa Maria III Malang melalui kegiatan Kampanye dan Pemilihan Ketua/Wakil Ekskul Jurnalistik. Kegiatan ini yang diikuti oleh enam pasangan calon.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan pada hari Rabu. Pada pertemuan pertama, peserta jurnalistik mendapatkan sosialisasi mengenai tahapan pemilihan. Para siswa kelas besar dipasangkan dengan siswa kelas kecil untuk membentuk pasangan calon Ketua dan Wakil Jurnalistik.
Baca Juga:
UBHINUS Hadirkan Akademisi UiTM Malaysia dalam Perkuat Wawasan Global Mahasiswa
10 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Menjanjikan Lima Tahun ke Depan
Setiap pasangan kemudian memilih satu benda atau media yang tersedia di perpustakaan sebagai lambang kampanye. Dengan pendampingan pembina, mereka mencari alasan pemilihan lambang tersebut sekaligus menggali filosofi yang dapat diterapkan apabila mereka terpilih menjadi pemimpin.
Tidak berhenti pada pemilihan lambang, setiap pasangan juga dilatih menyusun teks pidato kampanye yang terdiri atas pembukaan, inti, dan penutup. Pembina memberikan contoh pidato, kemudian setiap pasangan diberi waktu satu minggu untuk menyusun dan berlatih menyampaikan kampanye, baik di rumah maupun pada waktu senggang di sekolah.
Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu (26/8/2026), bertempat di Ruang Perpustakaan SD Katolik Santa Maria III Malang. Enam pasangan calon menyampaikan pidato kampanye dengan penuh percaya diri dan berusaha meyakinkan para pemilih melalui visi, misi, yel-yel, dan pantun.
Enam pasangan tersebut mengusung lambang yang berbeda, yaitu Hugo dan Oliv dengan lambang Buku, Daniel, Lionel dan Igad dengan lambang Lem, Ezra dan Gita dengan lambang Gunting, Don Joseph Salomo Sae (Salomo) dan Gabriel Yudistira Putra Cahyanto (Eel) dengan lambang Kamus, serta Louis Trystan Gavriel (Trystan) dan Sheryl Yolelina Christabel (Sheryl) dengan lambang Jam Dinding.
Salah satu pasangan, Trystan dan Sheryl, memilih jam dinding sebagai lambang kampanye. Menurut mereka, waktu sangat berharga dan tidak dapat diulang. Jika terpilih, mereka berkomitmen menjadi pemimpin yang menghargai waktu, disiplin, bertanggung jawab, mampu menjadi teladan dalam kedisiplinan, serta menyelesaikan tugas tepat waktu dan sesuai jadwal.
Setelah seluruh pasangan menyampaikan kampanye, pemungutan suara dilakukan dengan asas LUBER (langsung, umum, bebas, rahasia). Hasil putaran pertama menunjukkan lambang Kamus memperoleh 6 suara, Jam Dinding 6 suara, Buku 2 suara, dan Lem 1 suara.
Karena pasangan Kamus dan Jam Dinding memperoleh jumlah suara yang sama, dilakukan putaran kedua. Kedua pasangan kembali diberi kesempatan melakukan kampanye singkat dan mengikuti sesi tanya jawab dengan para peserta.
Hasil putaran kedua menetapkan pasangan Don Joseph Salomo Sae yang akrab dipanggil Salomo dan Gabriel Yudistira Putra Cahyanto yang akrab dipanggil Eel sebagai pasangan terpilih. Pasangan lambang Kamus memperoleh 8 suara, sedangkan pasangan Louis Trystan Gavriel dan Sheryl Yolelina Christabel memperoleh 5 suara, dengan 2 suara tidak memilih.
Dengan demikian, Salomo dan Eel terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ekskul Jurnalistik SD Katolik Santa Maria III Malang.
Kegiatan kampanye ini bukan sekadar memilih seorang Ketua dan Wakil, tetapi menjadi sarana pendidikan karakter. Peserta diajak memahami bahwa seorang pemimpin harus mempunyai gagasan, mampu menyampaikan pendapat, berani tampil, menghargai orang lain, bertanggung jawab, menerima hasil pemilihan, dan siap menjadi teladan.
Kegiatan tersebut juga dilatarbelakangi keprihatinan terhadap merosotnya nilai-nilai kepemimpinan di tengah masyarakat yang antara lain ditandai dengan munculnya praktik korupsi, suap, nepotisme, hilangnya integritas, serta semakin berkurangnya figur yang dapat menjadi panutan.
Di sisi lain, sekolah memiliki banyak sumber belajar yang belum selalu dimanfaatkan secara maksimal. Salah satunya adalah perpustakaan sekolah. Melalui kegiatan ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar kepemimpinan.
Buku, kamus, globe, jam dinding, lem, gunting, dan berbagai benda lainnya ternyata dapat menjadi sumber pembelajaran karakter. Setiap benda memiliki filosofi yang dapat diterjemahkan menjadi nilai-nilai kepemimpinan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran jurnalistik dapat dikembangkan menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, kontekstual, dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya belajar berbicara dan menulis, tetapi juga belajar mengambil keputusan, berargumentasi, berkompetisi secara sehat, menerima kemenangan maupun kekalahan, serta memahami arti tanggung jawab seorang pemimpin.
Stephanus Lukito Cahyo Purnomo, S.Pd., M.Pd., yang akrab dipanggil Cahyo, Kepala SD Katolik Santa Maria III Malang, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Jurnalistik ini merupakan pembelajaran yang sangat baik bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar menjadi seorang jurnalis, tetapi juga belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin. Anak-anak belajar berani menyampaikan gagasan, menghargai pilihan orang lain, bertanggung jawab, dan menerima hasil pemilihan dengan sportif.
“Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun Masyarakat,” ujarnya.
Salah satu peserta Ekskul Jurnalistik, Louis Trystan Gavriel yang akrab dipanggil Trystan, siswa kelas 6, mengungkapkan pengalaman berharga yang diperolehnya melalui kegiatan tersebut.
“Saya merasa senang mengikuti kampanye ini karena saya belajar berani berbicara di depan teman-teman dan menyampaikan pendapat. Saya juga belajar bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang menang dalam pemilihan, tetapi harus bisa bertanggung jawab, disiplin, menghargai waktu, dan menjadi contoh yang baik bagi teman-teman. Walaupun pasangan saya belum terpilih, saya tetap bangga karena mendapat pengalaman berharga dan belajar menerima hasil pemilihan dengan sportif,” kata dia.
Melalui kegiatan ini, Ekskul Jurnalistik SD Katolik Santa Maria III Malang menunjukkan bahwa kepemimpinan dapat ditanamkan sejak dini melalui pengalaman sederhana, termasuk melalui sebuah kampanye di perpustakaan sekolah. (red/was)
Total Kunjungan: 148














