Senin, September 7, 2026

Pasang Iklan Inspirasi Pendidikan
Beranda EDUKASI MALANG RAYA Membentuk Karakter Siswa Melalui Ekstrakurikuler Karawitan di SMP Kristen 1 YPK Malang

Membentuk Karakter Siswa Melalui Ekstrakurikuler Karawitan di SMP Kristen 1 YPK Malang

0
Ekstrakurikuler Karawitan SMP Kristen YPK Malang. (Foto: Ist/IP)

Malang, IP – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, penggunaan telepon genggam (HP) yang berlebihan, menurunnya konsentrasi belajar, kurangnya kekompakan antarsiswa, serta semakin besarnya ketertarikan generasi muda terhadap budaya luar, SMP Kristen 1 YPK Malang berupaya menghadirkan solusi melalui pendidikan karakter berbasis seni budaya.

Baca Juga:

 

Tips Lolos Seleksi Beasiswa LPDP bagi Mahasiswa Indonesia

Apakah Gadget Selalu Berdampak Buruk bagi Anak? Ini Penjelasan Pakar Pendidikan

Bekerja sama dengan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA), sekolah menyelenggarakan Ekstrakurikuler Karawitan yang dibimbing oleh Tim PAKADATA (Paguyuban Karawitan, Drama, dan Tari UNIKAMA) di bawah komando Drs. Dwi Subagyo, yang akrab disapa Mbah Dwi.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 13.30–15.00 WIB secara bergelombang. Gelombang pertama diikuti siswa kelas IX sebanyak 9 kali pertemuan, gelombang kedua untuk siswa kelas VIII sebanyak 8 kali pertemuan, dan gelombang ketiga untuk siswa kelas VII sebanyak 13 kali pertemuan.

Melalui latihan memainkan gamelan, para siswa tidak hanya belajar teknik bermusik, tetapi juga dilatih untuk memiliki disiplin, kesabaran, konsentrasi, tanggung jawab, kerja sama, saling menghargai, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital.

Penanggung Jawab Tim PAKADATA UNIKAMA, Drs. Dwi Subagyo (Mbah Dwi), mengatakan bahwa karawitan merupakan media pendidikan karakter yang sangat efektif.

“Karawitan bukan sekadar belajar memainkan gamelan. Di dalamnya siswa belajar mendengarkan, menjaga irama, menghargai teman, disiplin, dan bekerja sama. Semua instrumen memiliki peran yang sama pentingnya. Filosofi inilah yang kami tanamkan agar siswa memiliki karakter yang kuat, mencintai budaya Indonesia, dan mampu menggunakan teknologi secara lebih bijaksana,”

Salah seorang peserta, Tabita, siswi kelas IX, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti latihan.

“Awalnya saya mengira karawitan itu sulit dan kurang menarik. Setelah mengikuti latihan, saya justru merasa senang karena kami belajar kompak, saling mendukung, dan harus fokus saat memainkan gamelan. Saya menjadi lebih menghargai budaya Indonesia dan semakin percaya diri untuk mempelajarinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Kristen 1 YPK Malang, Tirosa Duta Abadi Bako, S.Th., yang akrab disapa Duta, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter peserta didik.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter. Melalui kolaborasi dengan UNIKAMA dan Tim PAKADATA, kami berharap siswa menjadi pribadi yang disiplin, fokus, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta bangga terhadap budaya bangsa. Inilah salah satu langkah nyata sekolah dalam mempersiapkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ucap dia.

Melalui program ini, SMP Kristen 1 YPK Malang berharap karawitan tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang mampu melahirkan generasi muda yang berbudaya, berintegritas, serta tetap mencintai warisan budaya Indonesia di tengah arus globalisasi. (red/was)

Total Kunjungan: 129

Install Aplikasi Inspirasi Pendidikan di Ponselmu: Install Sekarang