Malang, IP – Kecintaan pada seni kaligrafi ayat suci Al-Qur’an membawa seorang mahasiswa dari Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) meraih pencapaian gemilang di kompetisi internasional.
Dalam kompetisi MHQ ASEAN yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan, Madura, tanggal 9-13 Januari 2026, perwakilan mahasiswa Humaniora berhasil menyabet gelar juara pertama pada cabang Musabaqah Kaligrafi Qur’an (MKQ) kategori Dekorasi Arab.
Zaqhlul Ammar, mahasiswa yang menempuh pendidikan di Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), merupakan sosok di balik kesuksesan tersebut. Pemuda yang berasal dari Aceh ini memperlihatkan kemampuan artistik dan dedikasi luar biasa dalam mentransformasi ayat-ayat suci Al-Qur’an menjadi karya kaligrafi yang indah dan penuh nilai.
Ajang MHQ ASEAN tergolong kompetisi prestisius yang mendatangkan kontestan dari berbagai institusi dan negara-negara di Asia Tenggara. Peserta yang hadir berasal dari An-Nahdhoh Education Center Malaysia, Darul Hafidzin Malaysia, Yayasan Tahfidz Sulthan Haji Hasanal Bokiah Brunei Darussalam, Tahfidzul Quran Sadana Thailand.
Selain itu, peserta juga berasal dari institusi-institusi dalam negeri seperti Sabilul Muttaqin Kalimantan Tengah, UI Syafiidin, IAD Probolinggo, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan berbagai lembaga lainnya.
Penyelenggaraan kompetisi ini bertujuan sebagai platform bagi para kontestan untuk mengasah dan membuktikan kompetensi di bidangnya masing-masing, sekaligus menjadi medium untuk menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam melalui semangat fastabiqul khairat—berkompetisi dalam berbuat kebaikan.
Dengan cakupan internasional dan tingkat persaingan yang tinggi, MHQ ASEAN menjadi arena untuk menunjukkan kemampuan intelektual, spiritual, dan artistik para mahasiswa serta santri.
Zaqhlul Ammar menyampaikan kesan positifnya terhadap penyelenggaraan kompetisi tersebut. Dia merasa kagum melihat sebuah pondok pesantren sanggup mengadakan acara sebesar MHQ ASEAN dengan mengundang peserta dari mancanegara.
“Persaingan terasa sangat intens karena bertemu langsung dengan para ahli di bidangnya. Namun panitia ramah dan pelayanannya baik. Alhamdulillah bisa bersaing dan memperoleh juara, ini menjadi pengalaman yang sangat mencerahkan,” ungkapnya.
Pencapaian ini bukan sekadar kebanggaan individual, melainkan juga membuktikan kontribusi mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Malang dalam memajukan seni, budaya, dan nilai-nilai keislaman di tingkat global.
Ketertarikan pada seni kaligrafi yang dipelihara dengan kedisiplinan dan kasih sayang terhadap Al-Qur’an terbukti berhasil membawa mahasiswa Humaniora menorehkan prestasi dan mengangkat nama baik institusi di gelanggang internasional. (hms/was)
Total Kunjungan: 868















