Dindik Serap Anggaran Maksimal

0
90

BATU, IP – Prosentase belanja daerah Pemkot Batu berada di angka 70,10 persen atau Rp 798 miliar dari total alokasi anggaran Rp 1,1 triliun. Dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada, Dinas Pendidikan (Dindik) menjadi yang mampu menyerap maksimal dengan anggaran tertinggi hingga akhir Desember 2020 ini.

Dikatakan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, anggaran yang mampu diserap Dindik mencapai 84,44 persen atau Rp 171,7 miliar dari plot anggaran Rp 203,4 miliar. Kemudian disusul beberapa dinas lainnya.

Politisi PDIP itu menambahkan, Dindik merupakan OPD yang anggaran belanja dan operasional paling tinggi dibanding OPD lainnya. “Begitu juga untuk serapannya, Dindik maksimal menyerap anggaran, karena memang kebutuhan untuk bidang pendidikan di Kota Batu jadi yang utama,” imbuh dia.

Dicontohkan Punjul, anggaran Dindik digunakan untuk beberapa program. Seperti beasiswa bagi pelajar ke Perguruan Tinggi (PT) sekitar Rp 400 juta. Pemberian insentif bagi 13.331 guru tidak tetap (GTT) tiap bulan. Besaran insentif ini beragam, mulai Rp 400 ribu guru Paud, Rp 500 ribu dan juga yang Rp 750 ribu bagi guru SD-SMP.

“Selain Dindik, OPD yang memiliki anggaran besar dan serapan di atas 80 persen adalah DPUPR dengan anggaran Rp 78,6 miliar dan terserap Rp 66,6 miliar atau 84,66 persen. Untuk DPUPR program terlaksana sebanyak 216 paket dengan anggaran mencapai Rp 38,7 miliar,” jelas Punjul.

Dinas Pertanian, masih kata dia, memiliki anggaran Rp 32,4 miliar mampu terserap Rp 27,8 miliar atau 85,81 persen. “Untuk sektor pertanian banyak saprodi, bibit, dan pupuk subsidi yang diberikan ke petani,” sambung Punjul.

Berdasarkan pemaparan Punjul, ada juga OPD yang memiliki anggaran besar tapi minim serapan. Yakni Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan dengan anggaran Rp 59,2 miliar yang hanya menyerap Rp 13,7 miliar atau 22,47 persen. Menurut Punjul, minimnya serapan bukan karena program tak jalan, tetapi karena masih proses pembayaran.

“Sebenarnya bukan tidak maksimal, hanya karena memang ada yang masih proses pembayaran dan ada yang belum selesai seperti proyek hanggar Pemadam Kebakaran dengan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar,” tandas dia. (doi)

Loading...