Perdana, Kota Batu Ekspor 20.000 Kemasan Keripik Tempe Produk UMKM

0
68
Pemberangkatan ekspor perdana produk UMKM keripik tempe.

Batu, IP – Tempe menjadi makanan khas Indonesia yang terbuat dari fermentasi kedelai. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di Jawa, tempe telah menjadi salah satu makanan favorit yang murah dan mudah dijangkau. Tak hanya murah dan sesuai di lidah, tempe juga mengandung gizi yang bermanfaat bagi tubuh.

Perkembangan dunia kuliner, membuat tempe tidak hanya cukup menjadi lauk sehari-hari. Lebih dari itu, beragam olahan tempe sebagai camilan juga semakin berkembang subur. Satu diantaranya adalah keripik tempe yang sudah menjadi camilan populer.

Di Jawa Timur, keripik tempe kerap menjadi oleh-oleh ketika menyambangi daerah tertentu. Termasuk ketika berkunjung ke Kota Wisata Batu yang juga menjadi daerah penghasil keripik tempe di Malang Raya.

Sebagai daerah penghasil keripik tempe, November 2022 ini, secara perdana Kota Batu mengekspor perdana lebih dari 1 ton produk keripik tempe olahan UMKM. 20.000 kemasan keripik tempe produksi PT Arjuna Citra Indonesia tersebut diekspor ke beberapa daerah di Asia, khususnya di Asia Tenggara. Mulai dari Malaysia, Singapura, Hongkong dan Brunei Darussalam.

Baca Juga :

Festival Saung Rahayat, Wujud Kolaborasi Pendampingan UMKM Kuningan

Berkat Usaha dan Tekad, Yovie Jadi Duta UMKM Jawa Timur 2022

Kota Malang Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

“Alhamdulillah, saya bukan hanya bangga, tetapi terharu. Semoga ekspor perdana ini akan disusul dengan ekspor kedua, ketiga dan seterusnya,” kata Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu yang turut memberangkatkan produk keripik tempe.

Pemberangkatan produk keripik tempe ke beberapa negara ini sendiri terlaksana pada Sabtu (5/11/2022). Tepatnya terlaksana di halaman PT Arjuna Flora, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji.

Menurut Anjun, CEO PT Arjuna Citra Indonesia, kripik tempe sebagai komoditas ekspor karena tempe menjadi super food yang memiliki banyak manfaat. Seperti memiliki kandungan protein tinggi.

“Tempe ini memiliki protein tinggi dan sudah memenuhi Standar Pa­ngan Internasional,” katanya Inspirasi Pendidikan kutip dari Prokopim Kota Batu.

Dalam hal ini, pihaknya menggunakan jenis Tempe Sagu. Sedangkan untuk varian rasa, tempe komoditas ekspor dibagi dua varian rasa. Yakni varian rasa pedas dan original.
Sementara itu, Kepala Diskumpe­rindag Kota Batu Eko Suhartono me­nyampaikan, ekspor ini menjadi bukti bahwa kualitas produk Kota Batu sudah diakui internasional. Harapannya, eks­por ini bisa memotivasi UMKM lainnya di Kota Batu.