Bentuk Karakter Peserta Didik, SD Negeri 1 Ngasem Rutin Laksanakan Hal Berikut

0
58
Siswa SD Negeri 1 Ngasem, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang saat membacakan Asmaul Husna di lapangan sekolah. (Foto: Dinas Pendidikan Kabupaten Malang/IP).

Kab Malang, IP – Sebagai lembaga pendidikan, sekolah tidak hanya  membekali peserta didik dengan berbagai ilmu pengetahuan umum.  Namun sekolah juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai dan norma melalui pendidikan karakter kepada masing-masing siswa atau peserta didik.

Pendidikan karakter dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, dan berbagai macam cara. Baik melalui pembiasaan dalam aktivitas belajar siswa setiap harinya, maupun melalui pembelajaran formal yang sudah terprogram dalam setiap jenjang pendidikan.

Dalam jenjang SD, hal itu dapat dilihat dari salah satu sekolah di Kabupaten Malang. Yakni SD Negeri 1 Ngasem, Kecamatan Ngajum, yang terus berupaya membangun karakter religi para peserta didik.

Menurut Irfan, salah satu Guru SD Negeri 1 Ngasem, salah satu upaya untuk membangun karakter peserta didik adalah dengan melakukan pembiasaan membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca Ayat Kursi, doa untuk kedua orang tua, hingga pembacaan Asmaul Husna.

Baca Juga: Lakukan Pemilihan Tim Jurnalistik Sekolah, SDK Maria 1 Pakai Cara Berbeda

Dalam situasi pandemi, terlihat para peserta didik memakai masker, tetap menjaga jarak, dan membawa secarik kertas bertuliskan Asmaul Husna. Dengan tertib, masing-masing dari mereka membacakan Asmaul Husna tersebut secara bersamaan.

Irfan mengaku, pembiasaan semacam itu bertujuan agar siswa dapat mempraktikkan membaca ayat Al-Quran, termasuk doa, dan Asmaul Husna, baik di sekolah atau waktu berada di rumah.

“Pembiasaan surat pendek di Alquran ini bertujuan agar siswa dapat mengaplikasikan membaca Al- Quran yang baik dan benar, serta membiasakan siswa membaca Al- Qur’an di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga,” kata Irfan.

Dengan melakukan aktivitas tersebut kepada para siswa, diharapkan siswa mampu memberikan sumbangsih terkait pelaksanaan nilai dan norma yang dianggap positif di tengah masyarakat.

“Pada akhirnya, ketika di sekolah dan keluarga terbiasa, maka di dalam kehidupan bermasyarakat juga dapat memberikan nilai-nilai positif,” pungkas Irfan.