Senin, September 7, 2026

Pasang Iklan Inspirasi Pendidikan
Beranda EDUKASI MALANG RAYA Perkuat Profesionalisme, KKG Gugus 1 Ngajum Ikuti Workshop CRAFT-MATH

Perkuat Profesionalisme, KKG Gugus 1 Ngajum Ikuti Workshop CRAFT-MATH

0
Workshop Penerapan Model CRAFT-MATH bagi KKG Gugus 1 Ngajum di SDN Ngajum 1. (Foto: Ist/IP)

Kab Malang, IP – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa workshop Penerapan Model CRAFT-MATH berbasis Proyek Kewirausahaan Sederhana untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SD dalam Pembelajaran.

Baca Juga:

Apa Itu Pembelajaran Mendalam? Ini Penjelasan Lengkap untuk Guru dan Orang Tua

5 Fakta Menarik Dunia Pendidikan di Malang Raya yang Jarang Diketahui

Workshop ini juga untuk meningkatkan penguatan profesionalisme guru SD melalui pendampingan pembelajaran mendalam berbasis kompetensi abad-21 bagi praktisi pendidikan yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Ngajum.

Kegiatan yang berlangsung di SDN Ngajum 1, Kabupaten Malang pada 16–19 Juli 2026 ini, bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik guru sekolah dasar sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang pendidikan berkualitas.

Workshop dipandu oleh tim dosen Sekolah Pascasarjana UM yang terdiri atas Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si., Dr. Oktaviani Adhi Suciptaningsih, M.Pd., Dr. Sri Rahayuningsih, M.Pd., dan Dr. Mardhatillah, M.Pd.

Mereka memberikan pendampingan dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, bermakna, dan sesuai dengan tuntutan kompetensi abad ke-21.

Materi pertama mengangkat penerapan CRAFT-MATH (Contextual, Relevant, Applicable, and Fun Teaching of Mathematics) melalui proyek kewirausahaan sederhana. Pendekatan ini dirancang agar konsep matematika lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami sekaligus menarik bagi siswa.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta kolaborasi dalam proses belajar.

Menurut Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si., pembelajaran matematika perlu disajikan dengan cara yang lebih dekat dengan pengalaman siswa.

“Matematika seharusnya dikemas menarik dan dekat dengan lingkungan murid agar mereka tidak merasa asing dan takut mengerjakan soal matematika,” jelas Prof. Toto di sela-sela pemaparan materi.

Melalui workshop ini, guru diajak menyusun rancangan pembelajaran yang menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata melalui berbagai aktivitas berbasis proyek. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua KKG Gugus 1 Ngajum, Irfan, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan menjawab kebutuhan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna.

“Program ini sangat membantu guru-guru kami dalam meningkatkan kompetensi mengajar, khususnya pada pembelajaran matematika agar lebih menyenangkan. Selain itu, guru juga memperoleh wawasan mengenai pembelajaran deep learning untuk mendorong kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” ungkapnya. Baca konten selengkapnya hanya di Tabloid Inspirasi Pendidikan Edisi Agustus 2026

Total Kunjungan: 284

Install Aplikasi Inspirasi Pendidikan di Ponselmu: Install Sekarang