Dampak PPKM Darurat Diperpanjang

0
34

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021, yang dilakukan dalam upaya untuk meminimalisir penyebaran COVID-19, banyak memberikan dampak terhadap sektor perekonomian.
Selama PPKM Darurat berlangsung, sejumlah aktivitas warga telah dibatasi, terlebih pada aktivitas ekonomi. Tentu hal ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap sejumlah sektor perekonomian yang ada.
Dilansir dari Detik finance.com Sejauh ini apa saja dampak dari PPKM Darurat yang dirasakan?
Tutupnya Pusat-pusat Perbelanjaan Bila dilihat, sejauh ini PPKM darurat telah membuat pasar maupun pusat-pusat perbelanjaan tutup. Bangkrutnya Para Pedagang Pasar Tidak hanya itu, dampak PPKM Darurat dinilai sangat terasa di kalangan pedagang pasar tradisional. Wakil Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengungkapkan, periode PPKM Darurat kali ini mencatat rekor di mana banyak pedagang yang bangkrut dan menjual asetnya untuk membayar utang.
Sulitnya Kondisi Hotel dan Restoran Hotel dan restoran merupakan salah satu sektor yang menerima pukulan paling besar dari penerapan kebijakan PPKM Darurat. Mereka pun berharap kebijakan ini dikaji kembali jika ingin diperpanjang.”Bukannya ada (pedagang yang bangkrut) banyak banget. Itu teman yang grosir di Cipulir, Tanah Abang sudah beberapa yang menjual asetnya dan pulang kampung untuk bayar utang daripada dia nggak bayar. Utang kan dibawa mati, lebih baik dia jual asetnya murah yang penting bisa bayar utang terus pulang kampung. Banyak yang terjadi itu,” kata Ngadiran
Jatuhnya Omzet Pedagang Kuliner Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) menyatakan keberatannya jika PPKM diperpanjang lantaran kondisi para pelaku usaha kuliner yang semakin berat dan terbebani. “Berat, berat, berat, memang kalau yang makanan minuman masih terbantu dengan penjualan online. Tapi kan masyarakat tidak bisa beli online terus, karena pendapatannya terbatas. Jadi kebanyakan masyarakat juga masak, makanya lebih lakunya bumbu, kan nggak mungkin setiap hari beli makanan online,” Jatuhnya Omzet Pedagang Kuliner
Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) menyatakan keberatannya jika PPKM diperpanjang lantaran kondisi para pelaku usaha kuliner yang semakin berat dan terbebani. “Walau PPKM ini bagus buat menekan penyebaran Covid tapi buat kami berat banget. Kemarin setelah lebaran Idul Fitri, jualan sudah mulai naik namun ini kembali ada aturan PPKM Darurat, sehingga omzet terjun payung lagi,” tegasnya.Namun, jika PPKM Darurat akan diperpanjang, para pengusaha kuliner menginginkan agar pemerintah bisa memberlakukan pelonggaran kebijakan terutama bagi mereka pedagang kuliner kaki lima yang harus berjualan di waktu sore dan malam hari.”Saya berharap di aturan PPKM selanjutnya diperbolehkan Dine in walau dengan pembatasan jumlah. Buat pedagang yang berjualan di sore dan malam hari diharapkan bisa dikasih kelonggaran jam buka”, tambahnya. (sumber diolah/ram)