Kamis, Oktober 22, 2026

Pasang Iklan Inspirasi Pendidikan
Beranda EDUKASI MALANG RAYA Resep “DUIT” Mamumtaza: Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakal Sambut TKA 2026

Resep “DUIT” Mamumtaza: Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakal Sambut TKA 2026

0

Malang, IP – MA Muhammadiyah 1 Malang (Mamumtaza) menerapkan konsep Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakal (DUIT) untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/MA.

Ujian yang diselenggarakan Kemendikdasmen ini akan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, dan menjadi perhatian bagi siswa, sekolah, orang tua, hingga perguruan tinggi negeri (PTN).

Bagi siswa, TKA memunculkan rasa cemas karena dianggap sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan belajar selama tiga tahun. Materi literasi dan numerasi menuntut usaha ekstra untuk memahami karakteristik tiap mata pelajaran, baik mata pelajaran umum (Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris) maupun mata pelajaran peminatan.

Peminatan IPA mencakup Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika Tingkat Lanjut. Peminatan IPS meliputi Sosiologi, Ekonomi, Geografi, Sejarah, dan PKN. Adapun peminatan Bahasa terdiri atas Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Jepang, Sastra Indonesia, dan Antropologi.

Mata pelajaran peminatan turut memengaruhi pilihan jurusan di PTN, sehingga siswa perlu bekerja keras sekaligus menguasai strategi mengerjakan soal. Berbagai pernyataan yang beredar di media sosial, termasuk dari Kemendikdasmen, menyebutkan bahwa hasil TKA akan lebih berpengaruh sebagai kriteria masuk PTN dibandingkan tahun 2025.

Namun, perlu dicatat bahwa pada pelaksanaan sebelumnya, hasil TKA yang tergolong rendah membuat banyak PTN tidak menjadikannya kriteria seleksi. PTN lebih banyak mengandalkan nilai rapor, prestasi, serta hasil UTBK atau SNBT.

Meski demikian, Mamumtaza tetap bersiap secara maksimal. Sebagaimana di sampaikan oleh Nadia Afidati, M.Pd Wakil Kepala Bidang Kurikulum, menyatakan ada enam hal yang dilakukan madrasah untuk persiapan ujian baik secara fasiltas sarana prasarana maupun siswa.

Pertama adalah melakukan pemetaan terhadap pilihan mata pelajaran peminatan IPA, IPS maupun Bahasa yang di sesuaikan dengan minat jurusan masuk PTN.

Kedua mengundang dan melakukan sosialisasi kepada orang tua tentang pentingnya TKA dan kaitannya masuk PTN, sehingga orang tua nanti juga aktif untuk mengikuti perkembangan dan memberikan perhatian kepada putra putrinya dalam belajar.

Ketiga, melakukan simulasi, memberikan kisi-kisi dan latihan-latihan soal TKA baik tahun sebelumnya maupun prediksi TKA 2026 untuk bidang studi umum maupun peminatan

Keempat, bekerjasama dan mendatangkan Bimbel dari luar untuk memberikan Try Out dan pendampingan untuk sukses TKA dan masuk PTN. Selain pertimbangan besarnya biaya jika siswa di persilahkan untuk ikut bimbingan di luar madrasah.

“Sehingga ketika jika bimbel yang di datangkan selain dapat mengontrol aktivitas siswa juga meringankan biaya bagi siswa kurang mampu,” ujar Nadia.

Kelima, melakukan perubahan dan penambahan jam belajar khusus mata pelajaran TKA. Dimana setiap mapel bisa mendapatkan 4-5 kali dalam sepekan.

Keenam, menyelenggarakan Sumatif Tengah Semester (STS) dan Sumatif Akhir Semester (SAS) dengan model dan standart ujian TKA sebagaimana dilaksanakan pada 28 Oktober hingga 3 November yang lalu.

“Itulah upaya bidang kurikulum Mamumtaza dalam menyiapkan siswa agar memperoleh nilai TKA secara maksimal,” ungkap Nadia yang juga mengampu mapel Sastra Arab.

Sementara itu, Slamet Riadi, S.Pd., selaku Tim Penjamin Mutu madrasah, menambahkan bahwa ikhtiar tersebut dibarengi upaya spiritual, baik secara bersama-sama maupun mandiri.

Secara bersama, madrasah menggelar TKA Camp pada tanggal 8 sampai 9 Oktober 2026, yakni program menginap di madrasah dengan tahajud dan doa bersama demi kesuksesan TKA. Setiap hari, sebelum pembelajaran dimulai, siswa juga melaksanakan salat Duha, dzikir pagi, dan doa.

Secara mandiri, siswa diingatkan untuk bangun malam melaksanakan salat tahajud dan belajar setelah salat Subuh. Harapannya, kebiasaan ini dilakukan dengan ikhlas, sementara hasilnya ditawakalkan kepada Allah.

“Itulah kunci sukses madrasah dalam menghadapi TKA, bahkan untuk kesuksesan lainnya, yakni menerapkan prinsip Doa, Usaha, Ikhlas, dan Tawakal (DUIT),” tuturnya. (was)

Total Kunjungan: 463

Install Aplikasi Inspirasi Pendidikan di Ponselmu: Install Sekarang