Jumat, September 18, 2026

Pasang Iklan Inspirasi Pendidikan
Beranda Warta Malang Raya 5 Rumah Literasi Swasta di Malang Raya yang Layak Dikunjungi

5 Rumah Literasi Swasta di Malang Raya yang Layak Dikunjungi

0

IP – Malang Raya punya banyak ruang baca yang tumbuh dari inisiatif warga. Bukan sekadar tempat menyimpan buku, lima ruang literasi ini menawarkan suasana, komunitas, dan pengalaman membaca yang berbeda.

1. Rumah Budaya Ratna
Berada di Jalan Diponegoro No. 3, Klojen, Rumah Budaya Ratna menjadi salah satu ruang literasi paling menarik di Kota Malang. Tempat ini lahir dari keluarga dan sahabat sastrawan Ratna Indraswari Ibrahim dan menyimpan karya-karya peninggalannya. Selain membaca, pengunjung dapat mengikuti diskusi buku, kegiatan sastra, seni, hingga pertemuan komunitas. Rumah Budaya Ratna kini berkembang menjadi ruang lintas generasi bagi pembaca dan pegiat budaya.

2. Omah Wiromargo
Bagi pencinta buku yang menyukai suasana tenang, Omah Wiromargo di kawasan Jalan Wiro Margo, Kota Malang, layak masuk daftar. Rumah baca ini digagas oleh anak-anak muda dan menghadirkan konsep perpustakaan mini sekaligus ruang berkumpul. Koleksinya beragam, dari buku anak hingga novel. Menariknya, tempat ini tidak mengandalkan internet sebagai daya tarik, sehingga pengunjung diarahkan untuk benar-benar menikmati buku dan suasana membaca.

3. GPAN Kepanjen
Bergerak di Kabupaten Malang, Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Kepanjen menjadi contoh bagaimana komunitas dapat membangun akses literasi di luar pusat kota. Penelitian Universitas Negeri Malang mencatat GPAN berkontribusi menyediakan taman baca, pengadaan buku, rumah baca, serta berbagai kegiatan literasi. Programnya mencakup kegiatan mingguan, bulanan, hingga tahunan, termasuk seminar menulis, safari literasi, dan kegiatan kreatif untuk anak.

4. LPAN Griya Baca
Di kawasan Kauman, Kota Malang, terdapat LPAN Griya Baca yang tercatat sebagai salah satu perpustakaan masyarakat. Keberadaannya memperlihatkan bahwa gerakan membaca tidak selalu membutuhkan gedung besar. Griya Baca masuk dalam pendataan resmi perpustakaan masyarakat Kota Malang dan dikelola oleh Tri Wijayanti.

5. Taman Baca Kendedes
Taman Baca Kendedes di kawasan Sumbersari menjadi pilihan menarik bagi warga dan mahasiswa di sekitar Lowokwaru. Tempat ini tercatat sebagai taman bacaan masyarakat dalam data Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Kehadiran ruang baca berbasis komunitas seperti Kendedes penting karena memperluas akses buku hingga lingkungan permukiman dan menjadi alternatif ruang belajar yang lebih dekat dengan masyarakat.

Lima tempat tersebut menunjukkan satu hal: ekosistem literasi Malang tidak hanya dibangun pemerintah. Ada keluarga, komunitas, anak muda, dan pegiat budaya yang ikut menjaga agar buku tetap memiliki rumah.

Total Kunjungan: 693

Install Aplikasi Inspirasi Pendidikan di Ponselmu: Install Sekarang