Senin, September 7, 2026

Pasang Iklan Inspirasi Pendidikan
Beranda Pojok Literasi 5 Gerakan Literasi Terbesar di Malang yang Berkontribusi Meningkatkan Budaya Baca Masyarakat

5 Gerakan Literasi Terbesar di Malang yang Berkontribusi Meningkatkan Budaya Baca Masyarakat

0

IP, Malang – Budaya literasi di Kota Malang terus menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Kota yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia ini tidak hanya didukung oleh keberadaan puluhan perguruan tinggi, tetapi juga semakin aktif membangun ekosistem literasi melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, hingga taman bacaan masyarakat (TBM).

Data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa **Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Malang pada 2024 mencapai angka 83**, menempatkan Kota Malang sebagai daerah dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa gerakan literasi yang berkembang di Malang mulai memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.

Berikut lima gerakan literasi yang memiliki kontribusi besar dalam memperkuat budaya membaca di Malang.

1. Gerakan Literasi Masyarakat Membaca (Gelis Maca)

Gelis Maca merupakan program unggulan yang dikembangkan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda). Program ini menjadi motor utama peningkatan indeks literasi masyarakat.

Melalui Gelis Maca, pemerintah mengoptimalkan berbagai layanan seperti mobil perpustakaan keliling, layanan antar buku, pengembangan 15 Rumah Pintar, pemanfaatan buku digital melalui iPusnas, hingga pelatihan menulis bagi masyarakat.

Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan akses terhadap bahan bacaan, tetapi juga memperkuat keterlibatan komunitas literasi dalam mendampingi masyarakat di tingkat kelurahan. Berdasarkan data pemerintah, keberhasilan Gelis Maca menjadi salah satu faktor yang mendorong lonjakan peringkat TGM Kota Malang dalam dua tahun terakhir.

2. Jaringan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)

Taman Bacaan Masyarakat menjadi tulang punggung gerakan literasi berbasis komunitas di wilayah Kota maupun Kabupaten Malang.

Salah satu yang aktif adalah **TBM Lentera** di Kecamatan Turen yang secara rutin mengadakan berbagai kegiatan edukatif, mulai dari Kemah Literasi Kanaka, jelajah literasi, festival permainan tradisional, kelas kreativitas, hingga kegiatan mendongeng.

Model literasi berbasis komunitas seperti ini dinilai efektif karena tidak hanya menghadirkan buku, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga.

3. Komunitas Lapak Baca Kota Malang

Gerakan literasi di ruang publik juga berkembang pesat melalui komunitas lapak baca gratis.

Berbagai komunitas secara rutin membuka lapak buku di Taman Slamet, Alun-Alun Kota Malang, hingga sejumlah taman kota lainnya. Pengunjung dapat membaca buku secara gratis tanpa harus menjadi anggota perpustakaan.

Menurut pegiat literasi di Kota Malang, saat ini terdapat sekitar 12 komunitas lapak baca yang aktif menyelenggarakan kegiatan membaca bersama, permainan edukatif, hingga aktivitas mewarnai bagi anak-anak.

Konsep ini dinilai mampu mendekatkan buku kepada masyarakat karena literasi hadir langsung di ruang publik yang mudah diakses.

4. Relawan Literasi Masyarakat (Relima)

Relawan Literasi Masyarakat atau Relima merupakan bagian dari program yang diinisiasi Perpustakaan Nasional RI untuk memperkuat budaya baca melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah.

Di Kota Malang, Relima berkolaborasi dengan Dispussipda melalui layanan Mobil Perpustakaan Keliling di Alun-Alun Kota Malang.

Selain menyediakan layanan membaca, program ini menghadirkan kegiatan membaca nyaring (read aloud), dongeng, serta edukasi literasi bagi anak-anak. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk membangun kebiasaan membaca sejak usia dini sekaligus memperkuat keterlibatan keluarga dalam aktivitas literasi.

5. Rumah Pintar dan Perpustakaan Masyarakat

Rumah Pintar menjadi salah satu inovasi yang berkembang seiring pelaksanaan Gelis Maca.

Hingga kini terdapat sedikitnya 15 Rumah Pintar yang tersebar di berbagai wilayah Kota Malang sebagai pusat kegiatan membaca dan belajar masyarakat.

Rumah Pintar tidak hanya menyediakan koleksi buku cetak, tetapi juga akses perpustakaan digital, pelatihan menulis, pendampingan komunitas, hingga berbagai kegiatan edukatif lainnya.

Pemerintah Kota Malang juga terus mendorong penambahan rumah pintar baru serta distribusi ribuan buku melalui dukungan Perpustakaan Nasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi daerah.

Literasi Malang Bergerak melalui Kolaborasi

Keberhasilan gerakan literasi di Malang tidak lahir dari satu program semata. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, relawan, taman bacaan masyarakat, perguruan tinggi, hingga penerbit menjadi fondasi utama meningkatnya budaya membaca.

Pendekatan yang dilakukan juga semakin beragam. Literasi tidak lagi terbatas di perpustakaan, melainkan hadir di taman kota, ruang publik, rumah pintar, hingga kegiatan berbasis komunitas.

Dengan capaian Tingkat Kegemaran Membaca yang masuk kategori sangat tinggi, Kota Malang menunjukkan bahwa investasi pada literasi mampu menghasilkan dampak sosial yang nyata. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan gerakan tersebut agar semakin inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang hidup di era digital.

Total Kunjungan: 94

Install Aplikasi Inspirasi Pendidikan di Ponselmu: Install Sekarang