KSM Jatim Diikuti Lebih dari 1000 Peserta yang Berpusat di Jalan Bandung

0
62
MalangTIMES

Inspirasi Pendidikan – Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 yang digelar Kamis ini (15/8/2019) difokuskan di Jalan Bandung Kota Malang dan MAN 1 Kota Malang.Hal ini dinyatakan oleh Kepala Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Mukhtar Hazawawi. dilansir dari MalangTIMES saat ditemui usai acara pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2019. “Acara KSM ┬áKamis kami pusatkan di Jalan Bandung dan MAN 1,” ujar Beliau saat diwawancarai.

KSM Provinsi Jawa Timur ini dikuti oleh 1.254 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Terdiri atas 6 siswa MI tiap kabupaten/kota, 9 peserta MTs tiap kabupaten/kota, dan 18 peserta MA tiap kabupaten/kota. Ribuan peserta (beserta pendampingnya) menginap di hotel-hotel dan guest house-guest house di Kota Malang. Tema dari KSM tahun ini adalah Integrasi Sains dan Islam menuju Madrasah Hebat Bermartabat. Semua mata pelajaran yang tergolong sains dilombakan dalam kompetisi ini. menurut Mukhtar, kompetisi terbuka bukan hanya untuk peserta di lingkungan Kementerian Agama.

“Tetapi untuk Diknas juga boleh masuk. Begitu sebaliknya, OSN (Olimpiade Sains Nasional) yang di bawah Kemendiknas itu, Kementerian Agama juga ikut. Jadi, sudah fair. Dan banyak juga yang mendapat juara,” ujar Beliau. Saat ini sudah bukan zamannya pengotak-kotakan antara Kemenag dan Kemendikbud. Tetapi, yang penting sudah kompetitif keunggulan, cuma bedanya kalau di Kemenag itu ada kata integrasi Islam, imbuhnya lagi.

Seperti yang diketahui, nomenklatur Kementerian Agama adalah sekolah umum berjenjang agama. “Makanya bagaimana sains itu diintegrasikan dengan Islam. Kemudian di situ ada nilai-nilai ruhnya dan nilai-nilai sainsnya,” lanjutnya.

Untuk target sendiri, Mukhtar menyatakan bahwa Kota Malang sebagai tuan rumah bertekad jadi juara. “Kita kan mengusung jargon unggul dan berprestasi, yang ini harus dikawal. Karena karakter Kemenag di madrasah itu adalah karakter keunggulan. Bukan lagi hanya penyeimbang, tapi harus menjadi terdepan,” pungkas Beliau

 

 

Loading...