Malang, IP – Hari itu, warga SMP Negeri 2 Malang mendapatkan Edukasi Interaktif dari Puskesmas Bareng & BPBD Kota Malang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 9-10 Desember 2025 lalu.
Tri Wahyuni, Penyuluh Gizi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kritis siswa mengenai pentingnya investasi kesehatan sejak dini. Apalagi di usia SMP, siswa berada pada masa transisi yang krusial.
“Kami ingin membekali mereka dengan pengetahuan praktis agar mampu menjaga kebugaran fisik dan mental, sekaligus memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat atau bencana di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Dalam edukasi tersebut, materi yang disampaikan mengintegrasikan dua aspek penting, yaitu Kesehatan Remaja serta Kesehatan Lingkungan & Kebencanaan.
Dalam materi kesehatan remaja, pihaknya berfokus pada pada gizi seimbang (mencegah anemia pada remaja putri), pentingnya aktivitas fisik, serta edukasi mengenai bahaya merokok dan Napza.
Sementara pada kesehatan lingkungan & kebencanaan, berfokus pada materi BPBD mengenai cara menjaga kebersihan sanitasi saat situasi darurat dan langkah penyelamatan diri (mitigasi) jika terjadi bencana saat jam pelajaran.
Tri melanjutkan, agar tidak membosankan materi disampaikan dengan menggunakan pendekatan Learning by Doing atau praktik langsung. Antara lain simulasi mitigasi, di mana siswa mempraktikkan langsung cara berlindung yang benar saat terjadi gempa.
Lalu games edukatif dengan kuis interaktif seputar mitos dan fakta kesehatan remaja menggunakan platform digital atau kartu tanya-jawab. Terakhir, cek kesehatan sederhana, seperti pengukuran IMT (Indeks Massa Tubuh) dan pemeriksaan Hb bagi siswi, agar mereka terlibat langsung dalam memantau kondisi tubuhnya.
Tri Wahyuni menambahkan, kegiatan ini membawa perubahan mindset positif. Kini, siswa SMPN 2 Malang memandang kesehatan sebagai gaya hidup, bukan beban. Mereka lebih mandiri memilih makanan sehat di kantin serta lebih tenang dan terorganisir saat menghadapi kondisi darurat.
Pihaknya pun tak ingin kegiatan ini berhenti sampai di sini, sehingga mendatang akan dilanjutkan dengan evaluasi berkala, pembentukan duta kesehatan sekolah, hingga program kantin sehat.
“Kesehatan adalah modal utama prestasi. Kami berharap siswa SMP Negeri 2 Malang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh secara fisik dan mental. Semoga sinergi antara Puskesmas, BPBD, dan sekolah ini melahirkan generasi yang ‘Siap untuk Sehat, Sigap untuk Selamat’,” pungkasnya. (was)
Total Kunjungan: 609















