Berjuang Melawan Penjajah dan Berjuang Melawan Corona

by

Jayalah Indonesiaku Tanah Airku Tercinta

Sejarah mengandung tiga dimensi, masa lalu adalah cermin masa kini dan masa kini sebagai bahan memprediksi masa yang akan datang. Jangan pernah kita lupakan sejarah. Para pahlawan dan pejuang yang tidak kita ragukan kualitas, kapasitas, integritas dan loyalitasnya dalam mewujudkan kemerdekaan yang telah diwariskan terhadap generasi masa kini dan yang akan datang harus kita sikapi secara integral guna mempertahankan esensi kemerdekaan itu sendiri dan selanjutnya adalah mengisinya.
Kemerdekaan itu harus kita isi dengan kekuatan, kemandirian dan sikap kenegarawanan dari semua elemen bangsa ini, baik itu mandiri secara ideologi, secara ekonomi, pendidikan, pangan dan semua sektor yang menjadi kebutuhan bangsa ini yang dengan sadar bahwa semua itu tidak lepas dari persaingan-persaingan secara global. Bicara tentang pangan, sudah saatnya mengatakan petani kita pintar dan hebat sudah terbiasa memunculkan ide, pendapat dan diteruskan dengan melaksanakan bercocok tanam dan hasilnya memuaskan. Hanya yang sering terjadi petani kita menang di pendapat tetapi kalah di pendapatan karena di saat bersamaan membanjir produk impor dengan barang yang sama ketika petani panen raya di berbagai macam komoditi sehingga harga jatuh dan petani merugi, tidak heran lahan petani dijual dibelikan sepeda motor untuk mengojek dan seterusnya sehingga dalam waktu cepat lahan petani telah berubah fungsi. Jika dulu ada istilah intensifikasi pertanian itu semua telah dipahami oleh petani tetapi bukan berarti kini telah melupakan pemahaman itu, apabila hal-hal semacam ini berlanjut tiada henti maka kondisi masa yang akan datang belum tentu menghadapi permasalahan yang sama seperti masa kini. Bukan tidak mungkin jika suatu ketika nanti ada situasi lebih parah dari pandemi ini maka Indonesia kalau bicara tentang pangan tinggallah gigit jari. Mungkin salah satu solusinya adalah kita semua harus mencintai tanah air dengan cara memakai dan mengkonsumsi produksi dalam negeri, jika kita kesengsem dengan barang-barang produk luar negeri yang kelihatan baik dan murah maka industri dan produksi dalam negeri akan terhenti, berakibat tertutupnya lapangan kerja maka banyak pengangguran dan anaknya tidak bisa makan.
Tugas generasi masa kini dan masa depan harus mempertahankan semuanya dengan menjaga dan meningkatkan imunitas diri bangsa, tidak mudah terjebak dalam segala hal yang mengatas namakan alih generasi sehingga menjadikan lupa diri dengan jargon perubahan, semua harus berubah yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Hal ini memang perlu direnungi untuk adopsi, inovasi tetapi harus tetap merujuk kepada filter abadi yang telah terbukti, teruji dan disepakati yakni Pancasila sebagai ideologi. Situasi terkini bangsa kita dihadapkan permasalahan pandemi yang memastikan kita ditunjukkan pada reposisi pembelajaran dan keilmiahan untuk seberapa kuat dan seberapa cepat guna mendapatkan apa yang dibutuhkan seluruh warga bangsa ini yakni vaksinasi.
Reorganisai peradaban, budaya, tata kehidupan sehari-hari telah membuat pusing seluruh warga dalam berdedikasi dan beredukasi dalam pangkuan ibu pertiwi yang jika masalah pandemi ini tidak cepat teratasi bukan tidak mungkin timbul the potential loss bahkan generation loss, yang lebih kita kenal adalah protokol kesehatan, lockdown dan seterusnya, itu semua adalah sebagai bentuk perjuangan melawan virus corona. Hal itulah yang membuat sektor ekonomi mengalami fluktuasi, utang lembaga keuangan terkontraksi, menjadi hal yang biasa jika di masa pandemi suatu usaha yang dulunya berkembang dengan pesat mendapatkan keuntungan secara cepat tetapi kini telah berubah menjadi jalan di tempat bahkan apabila masa pandemi tidak segera berakhir maka usaha itu akan sekarat.
Berbagai macam upaya yang dilakukan oleh rakyat, pejabat dan seluruh anggota masyarakat dengan penuh kesadaran melaksanakan protokol kesehatan merupakan bentuk perjuangan melawan virus corona. Dalam pergaulan sesama bangsa negara satu dengan negara lainnya saling membantu dalam konteks penanganan dan perlawanan terhadap virus corona yakni mengirim alat pelindung diri, masker dan alat kesehatan yang lain. Menjalin kerjasama untuk melakukan pemeriksaan dengan rapid test, swab test dan kerjasama komunikasi untuk pencegahan penularan, usaha untuk dapat menemukan vaksin atau obat virus corona setelah sedang dan akan terus dilakukan hampir di seluruh penjuru dunia ini semua tentu dalam rangka menjamin kesehatan seluruh warga dan untuk mengakhiri masa pandemi. Uji coba secara klinis dilakukan untuk mendapatkan hasil yang aman dan teruji serta melibatkan seluruh kelompok relawan.
Perjuangan dan upaya para dokter yang diperkuat dalam memerangi penyebaran dan menghentikan adanya pandemi. Tidak dipungkiri telah jatuh korban para dokter dan perawat yang menjadi pejuang garda terdepan dan telah gugur di masa-masa pandemi. Perjuangan dan pengorbanan para tenaga medis, dokter dan perawat merelakan bekerja siang dan malam tanpa ada kesempatan untuk bertemu keluarga dan family, dan mereka sendiri tidak jarang juga melakukan isolasi diri.(*)

Dr. Imam Mutasim, M.Pd
Guru Bahasa Indonesia
SMA Negeri 6 Kota Malang

loading…