Bring Smart Fasilitasi Tempat Belajar Asri

0
117

BATU, IP – Pembelajaran saat pandemi Covid-19 sangat berebda. Kecanggihan teknologi dan kuota internet menjadi kebutuhan para guru dan pelajar untuk daring. Berbagai kendala pun ditemui, ada gadget tetapi tak punya biaya internet. Ada intrenet tak punya gadget, dan lainnya.
Karena itu, Desa Junrejo, Kota Batu, menyediakan aksesibilitas untuk kebutuhan pembelajaran daring.
Tempat belajar itu bernama Bring Smart. Letaknya di RT 02, RW 07 Desa Junrejo. Di Bring Rahardjo, anak-anak yang belajar bisa mengakses internet dengan gratis tanpa harus khawatir paket data kehabisan. Mereka bisa belajar dengan tenang di rerimbunan bambu dan udara yang sejuk..
Gagasan muncul dari Tim Penggerak PKK RW 07, kemudian difasilitasi pengelola Pasar Bring Rahardjo dalam koordinasi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Trisno Adi. Ia mengatakan bahwa pondok belajar daring merupakan inisiatif dari para pengelola pasar wisata itu. Menurut Trisno, Bring Smart adalah wadah bagi para pelajar yang kesulitan pembelajaran daring.
“Para siswanya tidak hanya dari lingkup RW 07 Desa Junrejo. Ratusan anak yang mendaftar, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas,” ujar Trisno Adi.
Tris melihat, tidak semua murid dapat dengan mudah mengikuti belajar daring. Ada kendala-kendala teknis yang mengganggu belajar mereka. Bring Smart mencoba memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi para pelajar. “Nah, kami fasilitasi internet gratis di sini. Selain itu juga mengajari pelajar menggunakan ponsel untuk mengerjakan tugas sekolah,” terangnya.
Tris juga telah membangun koordinasi dengan sekolah tempat anak-anak belajar. Dengan begitu, ada sinkronisasi dan kesiapan antara guru serta murid dalam proses pembelajaran. “Untuk tugas sekolah, kami sudah bekerjasama dengan pihak sekolah agar mengirim jadwal pada pondok belajar ini,” katanya.
Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan, menyambut positif kehadiran Bring Smart. Ia menyadari, memang terdapat tantangan-tantangan ketika pembelajaran daring. Namun begitu, menurutnya, semangat belajar dan mengajar tidak boleh hilang. Bring Smart diharapkan dapat menjaga api semangat para pelajar di Desa Junrejo.

Pembelajaran daring adalah solusi agar penyebaran virus bisa ditekan. Dalam kondisi seperti ini, teknologi memiliki peran penting menunjang pembelajar. Teknologi yang mumpuni dibutuhkan dalam pembelajaran daring. Selain itu siswa juga harus beradaptasi untuk pembelajaran daring. ‚ÄúTetapi tidak semuanya bisa memiliki akses dan bisa beradaptasi dengan cepat. Artinya, ada saja tantangannya dan itu harus diatasi bersama,” terangnya.
Faizal juga mengatakan bahwa tidak semua orangtua siswa dapat mendampingi anak-anaknya untuk belajar di rumah. Bahkan, ada pula yang mengaku tak mampu mengikuti metode pembelajaran daring anaknya.
“Terkadang pelajar beranggapan belajar dari rumah sebagai liburan sekolah, sehingga lupa pada kewajibannya untuk belajar dan mengerjakan tugasnya,” tandas dia. (doi)