Birokrasi Harus Bersih Melayani

by
Foto : Ist-IP Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemnag), Prof Dr H Muhammad Ali Ramdhani STP. MT, menandatangi deklarasi zona integritas wilyah bebas korupsi (WBK) birokrasi bersih melayani (WBBM) dan launching inovasi program unggulan Kemenag Kota Malang di Aula MAN 2 Malng, Kamis (17/9/2020).
Foto : Ist-IP Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemnag), Prof Dr H Muhammad Ali Ramdhani STP. MT, menandatangi deklarasi zona integritas wilyah bebas korupsi (WBK) birokrasi bersih melayani (WBBM) dan launching inovasi program unggulan Kemenag Kota Malang di Aula MAN 2 Malng, Kamis (17/9/2020).

Malang, IP-Birokrasi bersih melayani. Komitmen ini disampaikan Walikota Malang, Drs H Sutiaji, dalam kegiatan Deklarasi Pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), serta Launching Inovasi Program Unggulan Kantor Kementerian Agama Kota Malang di Aula MAN 2 Kota Malang, Kamis (17/09/e0e0).
“Goals-nya kan sebenarnya bagaimana yang terakhir itu, birokrasi bersih melayani ini kan baru yang di WBK,” ujar Sutiaji.
Menurut Sutiaji, birokrasi yang bersih dalam melayani dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat Kota Malang. “Ketika trust masyarakat terhadap institusi naik, maka legitimasi dari institusi mesti semakin kokoh. Maka, ketika legitimasi institusi pemerintah semakin kokoh, maka seluruh program mesti dapat digunakan. Ketika antara kita dengan masyarakat sudah saling maka kekokohan negara kita semakin kuat”, jelas penggemar kuliner pedas ini.
Walikota Sutiaji mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kemenag Kota Malang yang secara kolaboratif telah mencanangkan zona integritas serta melaunching inovasi. “Atas nama Pemkot Malang, saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada kementerian agama yang dalam hal ini secara kolaboratif mempunyai niat baik untuk bersama sama menjalankan titah apa yang oleh Allah bahwa kita harus memakmurkan alam semesta,” ujarnya.
DirekturJenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT, menyampaikan bahwa inovasi yang dicanangkan merupakan solusi terhadap persoalan-persoalan yang tengah dihadapi.
“Kehadiran teknologi, kehadiran musibah mengarahkan pada kemampuan manusia untuk selalu bergerak berifkir dan melakukan sesuatu,” pungkasnya. (eny)