BNN Prioritaskan Rehabilitasi

by
Foto : Ist Kepala BNN Kota Malang, Agus Irianto
Foto : Ist Kepala BNN Kota Malang, Agus Irianto

Malang, IP-Kepercayaan menjadi poin penting bagi institusi penyelenggara pemerintahan dan pelayanan publik. Demikian diutarakan Walikota Malang, Sutiaji, saat menyaksikan penandatanganan komitmen zona integritas (ZI) dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang. Kegiatan ini digelar di Kantor BNN Kota Malang, Kamis (17/9/2020).
Menurut Sutiaji, komitmen ini penting dan bernilai strategis. Karena ini yang akan mengawal kesinambungan profesionalitas tugas dan fungsi dari sebuah lembaga. Sekaligus menjadi pedoman dan panduan yang dipatuhi semua aparatur yang ada di dalamnya.
“Terlebih tugas yang diemban BNN tidaklah ringan. Ini bisa dicermati dari penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) banyak didominasi oleh kasus narkoba, ” ujar Sutiaji.
Hal itu dibenarkan Kepala BNN Kota Malang, Agus Irianto, bahwa 70 persen penghuni Lapas terkait kasus narkoba.
Ini menggambarkan kedaruratan akan bahaya narkoba. “Satu dari sisi kasus, yang berikutnya tentu berkaitan dengan kapasitas Lapas itu sendiri, yang tentu juga perlu diperhatikan kalau semua napi narkoba berada dalam satu blok yang sama, “tegas Agus Irianto. Karena itu, yang BNN push dan BNN ke depankan saat ini adalah program rehabilitasi.
Diinfokan Kepala BNN Kota Malang, untuk tahun 2020 hingga bulan September ini, BNN Kota Malang telah melakukan 10 proses rehabilitasi untuk 10 residence (warga terpapar narkoba, red), dan 2 kasus tangkapan yang sudah masuk Lapas.(eny)