Deva Pelopor Sinau Bareng Polehan

by

Malang, IP – Deva merupakan pemuda asli Kelurahan Polehan, Kota Malang. Dari sekian banyak pemuda seumurnya, dia terbilang cukup beruntung. Karena dengan keterbatasan biaya, dia bisa mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi.Pemuda lulusan D-III Bea Cukai PKN STAN, sekaligus alumni SMAN 3 Malang ini akhirnya juga menjadi pelopor terbentuknya program “Sinau Bareng Kelurahan Polehan”. Program ini sudah berjalan sejak pertengahan Agustus lalu.
Bentuk kegiatannya berupa memberi edukasi bagi siswa sekolah menengah. Baik dalam hal pemberian materi dan juga kegiatan sharing bersama. Kegiatannya dilakukan 3 kali dalam satu minggu. Yakni pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Polehan.Pada setiap kegiatan setidaknya dihadiri 5 sampai 6 siswa sekolah menengah. Deva pelopor sekaligus tenaga pengajar pada program ini menjelaskan, bahwa materi yang diajarkan tentang bagaimana para peserta mengembangkan potensi yang dimiliki. Diharapkan dengan pemberian materi semacam itu, mereka dapat terus mengembangkan dan memanfaatkan bakat yang ada dalam dirinya.
“Saya beri gambaran setelah lulus sekolah apa yang mesti dilakukan. Jadi saya beri pengetahuan tentang itu. Misal, yang suka melukis, saya ajari nanti ke depan karyanya mau dimanfaatkan seperti apa, agar bisa menghasilkan. Tetapi tetap untuk materi umum sekolah, seperti matematika, logika, dan sebagainya juga kita bahas bersama” kata Deva, Minggu (20/9)
Menurut Deva, kegiatan ini memang sudah lama direncanakan. Namun, baru bisa direalisasikan pertengahan Agustus. Karena, sebelumnya dia harus fokus menyelesaikan studi di perguruan tinggi.Disinggung alasan dibentuknya program ini, Deva menuturkan bahwa dia ingin mengubah lingkungan Kelurahan Polehan melalui generasi muda. Selama ini, banyak masyarakat masih menganggap, bahwa pendidikan bukan menjadi sesuatu yang penting. Pola pikir lingkungan masyarakat yang seperti itu ingin diubahnya, dengan memberikan sedikit edukasi kepada generasi muda.
Tujuan dari kegiatan ini, Deva ingin memberi tahu bahwa kehidupan seseorang bisa diubah melalui pendidikan. Jadi setelah sekolah menengah itu mereka bisa ke mana saja. Misal, dia tidak melanjutkan studi, dia bisa mengembangkan karirnya ke mana.
“Jika dia ingin melanjutkan kuliah, dia bisa pakai skema dan konsep pembiayaan apa saja biar bisa masuk ke perguruan tinggi. Basiswanya sesuai dengan minat yang mereka sukai,” ungkap Deva.
Kendala yang ada saat ini adalah masalah keberlanjutan dari program sinau bareng itu. Hal ini karena, sampai sekarang yang menjadi tenaga pengajar hanya dirinya. Dikhawatirkan ketika dia tidak mampu lagi memberi pengajaran, program ini akan berhenti.
Solusi sementara adalah mengajak pemuda-pemuda di wilayahnya yang sedang kuliah atau sudah lulus untuk ikut andil dalam program ini. Dengan bersama-sama memberi pengajaran pada anak-anak yang akan meninggalkan bangku sekolah menengah. (was)