E-Modul Berbasis HGI dari Unikama

by
Cover dan isi E-Modul Berbasis HGI, dan proses diskusi via zoom pada saat penyusunan E-Modul
Cover dan isi E-Modul Berbasis HGI, dan proses diskusi via zoom pada saat penyusunan E-Modul

Malang, IP – Sesuai namanya, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu program Kementerian Riset, Tek­nologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Hal ini untuk mewadahi potensi-potensi mahasiswa Indonesia. Melalui pembentukan berbagai macam inovasi atau karya-karya ilmiah guna kepentingan masyarakat secara luas.
Melalui program PKM ini, mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) melakukan pengembangan media pembelajaran interaktif yaitu E-Modul berbasis HGI (Hybrid Guided Inquiry).
Program ini dikembangkan Tim PKM-PSH bidang Sosial Humaniora. Mereka terdiri dari 3 mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika. Yakni Maria Regelinda Tahan dan Benyamin Jemat dari angkatan 2017, serta Dyah Umyek Bagus Timur Rini angkatan 2018.
Benyamin Jemat menuturkan, penyusunan E-Modul dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap situasi pendidikan Indonesia. Khususnya dalam hal media pembelajaran. Dalam artian masih banyak sekolah menerapkan model pembelajaran konvensional dan kurang interaktif bagi peserta didik.
“Media pembelajaran kurang menyenangkan bagi peserta didik. Maka dari itu, akhirnya terbentuklah E-Modul ini,” tutur Benyamin, kemarin.
E-Modul ini merupakan ha­sil pengembangan dari E-Modul yang sudah ada sebelumnya yang lebih didesain seinteraktif mungkin. Seperti penambahan gambar, video, hingga penambahan link-link tautan pembelajaran yang bisa diakses secara online, dan bisa dimanfaatkan kapan saja oleh peserta didik.
Materi yang ada dalam E-Modul berbasis HGI sebagai media pembelajaran interaktif menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana. Mudah dipahami juga oleh peserta didik. Yakni bahasa-bahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk sementara karena keterbatasan waktu, kami hanya mengambil salah satu topik gerak melingkar beraturan mata pelajaran Fisika SMA. Tetapi ke depannya akan dikembangkan untuk materi-materi yang lain” ujarnya
Produk dari media pembelajaran E-Modul ini ke depan diharapkan mampu menjadi media untuk meningkatkan ICT Skills dan prestasi peserta didik. Bisa dipergunakan oleh seluruh peserta didik dan juga guru sebagai bahan ajar tambahan yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Peserta didik bisa belajar secara mandiri.  Mereka tidak lagi harus menunggu guru untuk belajar, sehingga kualitas pendidikan menjadi semakin baik.
“Selama penyusunan karena pandemi kami dilarang untuk bertatap muka langsung. Semua­nya dilakukan secara online. Ini menjadi permasalahan, karena kami akhirnya tidak bisa terjun langsung untuk melihat reaksi dari siswa dan guru yang menjadi target.
Jadi kami hanya membuat produknya, melakukan validasi tetapi uji cobanya via online,” papar Benyamin.
Untuk penyusunan E-Modul sementara dikhususkan bagi mapel Fisika SMA kelas X. Pembuatannya memakan waktu sekitar sebulan setengah.
Sekarang pada program PKM Kemenristek Dikti sudah sampai pada tahap Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP). (was)