Pandemi Bukan Halangan Raih Prestasi, SD Negeri 1 Tamansatriyan Raih Penghargaan Tingkat Nasional

0
407

Kab Malang, Dispendik – SD Negeri 1 Tamansatriyan, merupakan salah satu Sekolah yang berlokasi di ujung timur Kabupaten malang. Meski Berlokasi jauh dari pusat kota, Hal tersebut bukanlah penghambat untuk menorehkan prestasi.

Justru dengan keadaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan berkreasi. Seperti halnya Bakhrul Ulum, salah seorang Guru kelas 6 SDN Tamansatriyan, Ia berhasil meraih  Piagam Penghargaan sebagai dalam ajang Apresiasi Berbagi Praktik Baik Pembelajaran di Masa Pandemi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Ia mengatakan, “Tentunya hal ini juga harus dibarengi dengan usaha dan doa serta kerjasama dan dukungan dari orang terdekat,”

“Sekolah kami masuk nominasi peraih apresiasi kategori Belajar dari Rumah (BDR) dalam Bentuk Foto beserta empat sekolah lain dari seluruh Indonesia, yakni PAUD Kober Hayati Provinsi Jawa Barat, SD IT Insan Mulya Jawa Tengah, SMPN 4 Katingan Kuala Kalimantan Tengah dan SLBN Pringsewu Lampung,”ujarnya


Lebih lanjut Guru yang kerab dipanggil Bakhrul menambahkan, foto-foto yang diikutkan lomba merupakan praktek keseharian pembelajaran dari rumah dengan materi yang diambil dari Buku Tematik 1 Kelas Enam SD seperti pertumbuhan dan perkembangbiakan tanaman, bercerita dan pengukuran skala.


“ Sebenarnya foto yang kita ikutkan kemarin adalah foto hasil jepretan siswa sendiri selama BDR. Jadi, dalam foto tersebut anak-anak menampilkan cara mencangkok tanaman, ada juga yang bercerita menggunakan media wayang dengan tokoh petruk, semar, dan doraemon. Ada juga yang membuat denah rumah dari tanah untuk pembelajaran pengukuran skala,” imbuh pria asal Pasuruan ini.


Menurut Bakhrul, belajar secara praktek langsung membuat siswa menjadi lebih bersemangat, menyenangkan dan cepat memahami materi. Selain itu, katanya, praktek langsung akan memupuk karakter positif siswa seperti gotong-royong, kesetiakawanan, dan kerjasama.


“Kami juga menyediakan LK sendiri untuk dikerjakan oleh siswa di rumah. Jadi, orang tua siswa mengambil setiap minggu dan mereka mengembalikannya satu minggu kemudian. LK adalah lembar kerja yang harus diselesaikan siswa. Selain LK, siswa juga wajib memfoto kegiatan dan hasil kerjanya untuk dikirimkan melalui whatsapp,”ungkapnya.

Selain LK, Bapak yang hobi baca tulis ini juga menyediakan dua grup whatsapp selama masa BDR yang tujuannya memudahkan komunikasi dalam menyampaikan pelajaran. Satu grup untuk pemaparan materi dan grup satunya untuk latihan siswa. Bahrul berpesan guru harus tetap bersemangat untuk berprestasi meskipun mereka terbatas oleh fasilitas.

“Kami yakin, sekolah kami yang ada di lereng gunung saja bisa, apalagi sekolah yang ada di kota,”jelasnya. (humas-ram)

Loading...