Ponpes Al-Irsyad Pandemi, Tantangan Dakwah dan Ujian Iman

0
81

BATU, IP – Beberapa waktu lalu diberitakan, salah satu santri di Pondok Pesantren Al-Irsyad, Jalan Tengaran, Desa Mojorejo, Batu terpapar Covid-19. Alhasil lingkungan ponpes harus diberlakukan isolasi. Dari kejadian tersebut, pengurus pondok dengan sigap berkoordinasi dengan Kepala Desa, Dinkes, serta Satgas Covid untuk dilakukannya Tracing. Tracing tersebut dilakukan terhadap 28 santri yang sekelas maupun sekamar dengan santri yang terpapar covid-19.

Menyikapi peristiwa tersebut, pimpinan Pesantren Al-Irsyad, Amrozi mengatakan jika situasi pandemi ini adalah tantangan seorang mukmin, sekaligus ujian iman. “Kita tidak boleh menyepelekan adanya covid-19 ini, dengan tidak menghiraukan protokol kesehatan atau tidak melaksanakan pola hidup sehat. Namun juga jangan terlalu takut, kita masih punya Allah yang memiliki segala maksud dibalik bencana atau musibah yang diturunkan,” jelasnya.

Sebelumnya salah satu santri bernama Reyhan (15) sakit batuk pilek dan kemudian sembuh. “Jadi awalnya, Reyhan ini hanya sakit biasa dan sudah sembuh karena kita juga memfasilitasi kesehatan para santri. Saat kami konfirmasi ke pihak keluarganya, namun pihak keluarga yang juga bekerja dibidang kesehatan, meminta untuk pemeriksaan ulang melalui rapid tes dan Swab Test dan ternyata hasilnya positif. Jadi dia ini termasuk golongan OTG (Orang Tanpa Gejala). Sebelum kejadian ini, kami sudah rutin melakukan penyemprotan desinfektan, sehari tiga kali. Hanya saja beberapa hari ini mulai berkurang sehari satu kali penyemprotan,” ujarnya.

Amrozi menceritakan, awal pemeriksaan terhadap santrinya dilakukan pemeriksaan ulang Rapid Test pada tanggal 3 Desember dan hasilnya keluar dinyatakan positif tanggal 8 Desember 2020. “Saat itu juga, Reyhan dibawa oleh pihak keluarganya di Lombok. Setelah kami berkoordinasi dengan Kepala Desa, Dinkes, serta Satgas Covid untuk dilakukannya Tracing. Tracing tersebut dilakukan terhadap 28 santri yang sekelas maupun sekamar dengan Reyhan,” kata dia.

“Kami melakukan Tracing di tanggal 10 Desember 2020 terhadap 28 santri ini. Hasil Rapid Test dari 28 santri, terdapat empat santri yang hasilnya reaktif. Kemudian keempat santri dilakukan Rapid Test lagi pada tanggal 11 Desember 2020 dan hasilnya menjadi nonreaktif. Namun keempat santri itu bertujuan untuk balik ke rumahnya untuk isolasi mandiri. Karena ini kan masih masa libur dan masuk tanggal 6 Januari 2021 nanti,” jelasnya.
Namun demikian, Amrozi menilai saat ini situasi di ponpes sudah aman, karena sudah ditangani oleh pihak Dinkes.

“Pihak Dinkes juga sudah memberitahu dari hasil Tracing terhadap seluruh santri berjumlah 251 sudah aman. Ini bentuk ikhtiar kami, yang mengedepankan kemaslahatan untuk semua pihak. Jadi, bagi para santri kami tegaskan agar tidak terlalu panik sebab langkah konkret telah kami upayakan dan lakukan,” imbuhnya.
Mendatang, dirinya berharap agar wali santri tidak terlalu menghwatirkan terkait keselamatan putranya selama di ponpes. “Pihak pengurus ponpes selalu mengupayakan yang terbaik untuk para santri.

Selama ini telah kami terapkan protokol kesehatan, jika ternyata masih kecolongan ada yang terpapar, artinya itu adalah bentuk Allah meminta kita untuk kembali bermuhasabah,” pungkasnya. (doi)

Loading...