Upaya Kabunga Perbaiki Ekosistem Kesenian dan Kebudayaan di Kota Malang

0
169

Malang, IP – Karya Bumi Ngalam atau biasa dikenal sebagai Kabunga merupakan sebuah komunitas yang berfokus pada bidang seni dan kebudayaan.
Kabunga lahir dari kondisi ekosistem kesenian atau pun kebudayaan yang mulai terkikis di tengah masya­rakat.
Kondisi ini kemudian membuat Yuyun Sulastri membentuk Kabunga di Kota Malang pada Tahun 2014.

“Saya banyak belajar dan melihat apa yang terjadi di lingkungan saat ini. Karena merasa kondisi ekosistem kesenian atau pun kebudayaan tidak baik, maka perlu diadakan terapan kesenian dengan ornamen kearifan lokal di masyarakat,” ungkap Yuyun
Yuyun menambahkan bahwa seni adalah alat pemajuan budaya. Sehingga dia bersama Kabunga ingin membangun masyarakat berkesenian.

Selain itu dia menganggap bahwa kebudayaan tidak hanya sebagai objek, tapi juga bisa berperan sebagai alat untuk mempermudah sosialisasi.

“Misalnya kita pernah mensosialisasikan payung Mbah Rasimun, maka ornamen yang kita ajarkan adalah tentang payung. Agar masyarakat paham bahwa di Kota Malang ada payung tradisional sebagai kearifan lokal yang bisa dijadikan materi terapan,” ujarnya
Ketua Kabunga Kota Malang ini melanjutkan, gerak Kabunga awalnya hanya dalam “art”.

Artinya melakukan kegiatan atau pendampingan seni dan kebudayaan kepada masyarakat. Namun sekarang tidak hanya bergerak dalam “art”, akan tetapi juga dalam “law”. Berupa upaya melin­dungi seniman dan buda­yawan dalam payung hukum yang berguna bagi kehidupan dan kesejahteraan.
“Contohnya Mbah Mun dengan pengajuan HAKI,  lalu Suderi seorang seniman, agar mendapatkan kembali hak karya atas payung Buto di stasiun,” bebernya
Wanita yang mencintai dunia seni sejak duduk di Sekolah Dasar ini menambahkan, ada beberapa program yang pihaknya jalankan. Se­perti Sanggar Seni Kampung, Pasar Tematik Seni Terapan, advokasi seniman/budayawan, pengajuan HAKI untuk maestro, pengajuan fasilitasi untuk beberapa seniman atau budayawan, hingga pendampingan seniman/budayawan.
“Lalu ada pengajuan Perda Kebudayaan Kota Malang. Dan salah satu program yang akan disusun adalah pembuatan video tutorial untuk ditayangkan online dan offline. Kegiatan-kegiatan tersebut akan tetap dijalankan namun tetap dalam protokol kesehatan,” beber Yuyun
Program-program tersebut sebagian besar diinisiasi oleh pihaknya. Namun sebagian program juga berasal dari hasil kebutuhan masya­rakat, khususnya para seniman atau budayawan. Dengan harapan mampu menumbuhkan antusias masya­rakat dalam hal belajar seni terapan yang berguna bagi kehidupan sehari hari.
“Sasaran Kabunga adalah seluruh masyarakat Kota Malang pada umum­nya, lalu seniman dan buda­yawan pada khususnya,” paparnya
Dirinya lantas menekankan bahwa karya tidak harus bertema sejarah. Apa pun bisa menjadi sebuah karya, asal bsia berguna bagi masya­rakat. Akan tetapi jika memiliki hubungan dengan sejarah, maka akan lebih berguna bagi masyarakat. (was)