Tradisi Lisan Pentungan Sari dan Berek, Sumber Air Penyembuh Penyakit

0

Kab Malang, IP – Tak pernah berhenti, Toyomarto terus memberikan petunjuk sejarah. Salah satunya melalui tradisi lisan yang berkembang di masyarakat. Toyomarto masuk dalam daerah dataran tinggi yang berada di lereng Gunung Arjuna.

Desa ini terkenal dengan sumber mata air yang berlimpah dengan tradisi budaya yang masih terjaga. Tradisi lisan yang masih berkembang di masyarakat yakni mengenai sumber mata air Pentungan Sari.

Menurut Sutomo Kepala Dusun Glatik, mata air Pentungan Sari memiliki dayang atau penunggu yang membawa sebuah pentungan atau tongkat pemukul. Pentungan Sari tidak luput dengan Pentungan Berek karena lokasinya berdekatan.

Baca juga : Harmonisasi Kehidupan dan Ekosistem di Festival Tirta Amerta Sari

Sutomo juga memaparkan, Pentungan Sari dan Pentungan Berek sebenarnya sama karena letaknya yang berdekatan. Usut punya usut, Pentungan Berek ini menghasilkan sumber mata air yang keruh, tidak jernih seperti yang dimiliki Pentungan Sari.

“Meskipun airnya keruh, tetapi air ini dipercaya oleh masyarakat bisa memberikan manfaat kesembuhan,” ungkap Sutomo, Sabtu (24/4/2022). Pentungan Sari dan Pentungan Berek memang sejak dahulu telah dipercaya oleh masyarakat sebagai air yang bisa menyembuhkan penyakit.

Hal ini bukan merupakan berita dari mulut ke mulut, namun juga bisa dibuktikan melalui sejarahnya yang panjang di masa lalu. Menurut Sutomo, dahulu para leluhur menggali sumber air namun yang muncul adalah air keruh, tidak jernih seperti yang diharapkan. Akhirnya para warga menamai sumber air tersebut dengan nama air berek.

Baca juga : Mengenal Boneka Petra di Upacara Kematian Masyarakat Tengger

Karena airnya yang kotor, maka sumber tersebut tidak digunakan dan hanya dibiarkan menjadi kubangan. Sedangkan “pentung”, berasal dari adanya lubang besar dengan air berek, yang mana pada saat itu orang kampung sedang mengepung babi hutan pengganggu dengan membawa pentungan (tongkat pemukul).

Babi tersebut dipukuli di tempat dan mengalami luka akibat pukulan warga. Tidak hanya terluka, namun babi tersebut sudah hampir tidak bernyawa atau sekarat. Lalu masuklah babi itu ke dalam air berek yang keruh tadi.

Setelahnya, sang babi keluar dari air berek, dan secara ajaib babi tersebut menjadi sembuh dan kembali pulih seperti semula. Terdapat beberapa sumber air yang ada di daerah Toyomarto. Sumber air tersebut terletak di lokasi yang berbeda-beda.

Baca juga : Situs Srigading: Bukti Malang Punya Peradaban Panjang

Sejarah munculnya Pentungan Sari, adalah ketika para warga mengurutkan jumlah dari sumber air tersebut, ditemukan sumber dengan air yang sangat bersih. Warga sekitar menganggap sumber dengan air yang jernih tersebut sebagai sari atau inti dari air yang mengalir ke Pentungan Berek.

Sejak saat itu, masyarakatnya percaya bahwa sumber mata air tersebut ajaib akan kemampuannya menyembuhkan penyakit. Sehingga, dari sanalah kisah asal mula sumber air Pentungan Berek dan Pentungan Sari yang hingga saat ini masih dipercaya manfaatnya oleh warga sekitar.

Tidak hanya sebagai aset budaya, saat ini Pentungan Sari juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai kolam wisata. Terdapat beberapa kolam yang bisa digunakan sebagai tempat terapi.

Bangunan yang masih baru juga mendukung suasana di sekitar Pentungan Sari menjadi lebih rindang. Wisata kolam renang yang airnya berasal langsung dari sumbernya ini akan terus dikembangkan dan dilestarikan sebagai tempat wisata yang memiliki sejarah di baliknya. (ola/sel/tan)

Pewarta : Vranola Ekanis Putri, Piscella Aisa Kusuma, Titania Dena Thalares

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News