PWI Malang Raya Gelar OKK, Ketua DPRD: Pisau Kalau Tidak Diasah Akan Tumpul

Para narasumber OKK memberikan materi terkait pemantapan ke-jurnalistik di Gedung DPRD Kota Malang lantai 3. (Foto: Wahyu Setiawan/IP).

Malang, IP – Bertempat di Gedung DPRD Kota Malang lantai 3, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Angkatan II tahun 2022, Sabtu (20/8/2022).

Tampak puluhan wartawan dari berbagai daerah dan media fokus mendengar pemaparan tiga orang narasumber, yakni Machmud Sehermono, Eko Pamuji dan Djoko Tetuko.

Cahyono, Ketua PWI Malang Raya menyampaikan bahwa jumlah peserta OKK Angkatan II berjumlah 100 orang. Peserta yang hadir adalah mereka yang sebelumnya sudah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Mengacu dari regulasi PWI Pusat, teman-teman yang sudah lulus uji kompetensi diharuskan untuk mengikuti OKK,” ungkapnya.

Usai mengikuti OKK, peserta yang hadir secara otomatis akan menjadi anggota PWI. Dengan demikian Cahyono menilai, kini untuk menjadi anggota PWI lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.

“Dulu menjadi anggota PWI itu tidak mudah, harus mengikuti tes terlebih dahulu, sebelum akhirnya bisa menjadi anggota PWI,” imbuhnya.

Dengan adanya UKW dan OKK, menjadi upaya nyata PWI untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan wartawan. Terlebih saat ini perkembangan media juga sangat pesat.

Sampai sekarang saja, terhitung di Indonesia sudah ada 45.000 perusahaan media. Mulai dari media online, cetak, televisi, dan juga radio.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika turut mengapresiasi terselenggaranya OKK. Sebab kemampuan wartawan ibarat pisau.

“Setajam-tajamnya pisau, jika tidak sering dipakai dan tidak pernah diasah maka akan tumpul, artinya sebagai wartawan harus tetap melewati orientasi kewartawanan dan orientasi keorganisasian,” tegasnya.

Made juga menyesalkan, jika ada oknum wartawan yang menggunakan profesi sebagai alat untuk menakut-nakuti bahkan melakukan pemerasan dan lupa dengan perannya.

“Peran wartawan ini sebenarnya sebagai pengingat dan penyeimbang bagi orang-orang yang akan membuat pelanggaran. Jadi jangan dibalik, yang mengawasi malah yang membuat pelanggaran,” ucap Made.

Dengan adanya OKK, dia yakin akan dapat menciptakan banyak manfaat. Maka dari itu, OKK menjadi ajang meningkatkan kapasitas dan bentuk tanggung jawab terhadap profesi, bangsa dan negara Baca berita selengkapnya di Tabloid Inspirasi Pendidikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News