Gampang Diucap Berat untuk Ditulis

0
63
Nama : Makhmud Pekerjaan : Guru SMK Gempol Pasuruan

Pada saat jam istirahat mengajar ada beberapa guru bercengkerama sambil minum teh yang disiapkan oleh petugas kantin yang biasa setiap hari menyajikan minuman bagi guru didalam ruang guru pada masing ma­sing meja guru tersebut.

Pak Budi sebagai guru olah raga memulai pembicaraan dengan sapaan ringan kepada pak Hasyim guru baru pada mata pelajaran Agama Islam. Sambil menyeruput teh yang sudah tidak hangat lagi Pak Budi bercerita , ‘ saya kemaren sudah bisa menulis buku tentang materi olah raga yang diterbitkan oleh penerbit buku ber-ISBN.

Ternyata menulis buku itu tidak susah ,buktinya meskipun saya seorang guru Olah raga juga bisa menulis buku dan ber-ISBN, saya bisa menyelesaikan penyusunan buku ini tanpa mengalami kesulitan .

Saya menulis dari kalimat kekalimat berurutan hingga memenuhi halaman penuh sampai pada akhir halaman. Buku ini akan saya gunakan untuk persyaratan sebagai karya ilmiah dalam pengajuan PAK untuk kenaikan tingkat saya ke Golongan IV/a.

Pak Haris yang duduk disebelah kiri pak Budi , berseloroh Apa be­ner pak Budi bisa menulis Buku yang ber-ISBN , rupanya pak Haris yang umur­nya lebih muda dari pak Budi tahu akan kemampuan pak Budi.Dengan tertawa lebar pak Budi bersuara , ya saya memang tidak bisa menulis Buku Ber-ISBN .

Jangankan menulis buku , membuat rangkuman materi saja masih sulit. Selanjutnya pak Budi meneruskan cerita­nya , yang saya sampaikan tadi bahwa bisa menulis buku ber-ISBN itu adalah khayalan saya , betapa senangnya jika saya bisa menulis buku ber-ISBN untuk saya pakai persyaratan naik tingkat ke IVa.

Gambaran cerita singkat diatas merupakan bentuk nyata yang sekarang terjadi pada bapak/ibu Guru disekolah semua tingkatan , Mulai dari Sekolah Dasar sampai sekolah menengah Atas dan Kejuruan.Dengan berbagai alasan yang dibuat dan disiapkan oleh beberapa guru saat ada pertanyaan ‘ Bapak/ibu apakah sudah pernah menulis buku, modul, makalah.

Maka hampir semuanya menjawab , sebetulnya saya mau menulis buku tetapi tidak ada kesempatan karena banyak tugas mengajar dan membuat perangkat mengajar. Alasan seperti ini banyak dijumpai dihampir semua bapak/ibu guru juga ada alasan lainnya yang sengaja dibuat buat.

Budaya yang seperti ini harus segera dilakukan perubahan secara perlahan dan masiv bagi semua bapak ibu guru pada semua jenjang sekolah. Ada juga kabar burung bahwa apapun yang kita lakukan apabila dirasa merasa sulit untuk dikerjakan maka dipersilahkan untuk meminta bantuan orang lain.

Pernyataan ini dikaitkan dengan karena makin banyaknya pekerjaan bapak/ibu guru dalam menyiapkan administrasi pembelajaran dalam program kurikulum merdeka belajar ,maka kesempatan itu dijadikan alasan ketidak beradaan waktu bagi bapak/ibu untuk menyusun makalah, karya ilmiah dan karya inovasi lainnya.

Sebagai Guru dan mendapat tugas tambahan sebagai Kepala sekolah pada salah satu sekolah SMKN yang berada pada lingkungan Pondok Pesantren di kabupaten Pasuruan, saya tergugah dengan cerita diatas dan terpanggil ingin membuktikan bahwa memang menulis buku itu tidaklah terlalu sulit sebagai mana yang dialami oleh guru yang namanya P.Budi tersebut.

Saya secara diam diam dan memang tidak pernah saya sampaikan ke semua bapak/ibu guru bahwa saya sudah pernah menulis beberapa buku yang semula Penelitian Tindakan Sekolah saya rubah menjadi sebuah buku dan dicetak oleh penerbit ber-ISBN.

Setelah kejadian dari cerita diatas saya mulai melakukan pendekatan dan diskusi bebe­rapa guru untuk membahas apakah diperlukan pelatihan atau work Shop tentang bagaimana caranya bisa menulis buku yang ber-ISBN.

Dari pemebicaraan disimpulkan bahwa hampir semua guru mengingin­kan ada pelatihan cara menulis buku ber-ISBN. Tidak sampai disitu saja upaya saya untuk memberi semangat kepada bapak/ibu guru agar bisa merubah pemikiran yang semula tidak minat /tidak mau menulis berubah menjadi ingin menulis bahkan berubah menjadi butuh menulis buku terutama untuk bahan ajar siswa dan untuk bahan kelengkapan persyaratan kenaikan tingkat  Baca konten selengkapnya di Tabloid Inspirasi Pendidikan