
Malang, IP – Dalam upaya meningkatkan semangat literasi dan kemampuan menulis siswa, peserta Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Bina Budi Mulia mengikuti kegiatan talk show inspiratif bersama narasumber dari Universitas Brawijaya pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas sekolah setempat ini menghadirkan Renetta Deleene Santoso, mahasiswa semester 4 yang akrab disapa Netta.
Baca Juga:
Tiga Pelajar Malang Bersinar di Filipina, Bawa Pulang Juara dan Harapan
Dalam pemaparannya, Netta membuka sesi dengan pertanyaan sederhana namun menggugah, seperti siapa yang suka bercerita, menulis diary, atau curhat panjang melalui pesan WhatsApp? Ia menegaskan bahwa tanpa disadari, siswa sebenarnya sudah memiliki kemampuan dasar menulis.
“Menulis adalah cara kita menuangkan pikiran, perasaan, dan ide, baik dalam pelajaran hingga bidang sains dan teknologi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Netta memaparkan pentingnya menulis secara interaktif. Ia menjelaskan manfaat jangka pendek seperti meningkatkan nilai tugas, memahami pelajaran lebih baik, hingga membuka peluang mengikuti lomba.
Sementara dalam jangka panjang, menulis dapat menjadi bekal hingga dunia kuliah dan kerja, melatih berpikir kritis, membangun personal branding, serta membuka peluang beasiswa.
Menanggapi perkembangan teknologi, Netta lantas memberikan wawasan tentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam menulis. Ia menekankan bahwa AI boleh dimanfaatkan untuk mencari ide, membuat kerangka tulisan, hingga mengecek tata bahasa. Namun demikian, siswa harus tetap berpikir kritis dan tidak sepenuhnya bergantung pada AI.
Dalam sesi materi, Netta memperkenalkan berbagai jenis tulisan yang dapat dibuat siswa SMP, seperti cerpen, artikel, esai, puisi, review buku atau film, jurnal harian, hingga Karya Ilmiah Remaja. Ia juga membagikan cara sederhana untuk memulai menulis, yakni dari hal terdekat seperti hobi dan pengalaman sehari-hari, menentukan tujuan tulisan, membuat outline singkat, menulis tanpa mengedit di awal, lalu melakukan revisi di akhir.
Untuk mengatasi rasa malas, dia membagikan tips praktis seperti menulis bebas selama lima menit setiap hari, memanfaatkan aplikasi catatan di ponsel, memulai dari satu kalimat, serta tidak menunggu mood.
“Mulai dulu dan belajar dari kesalahan adalah proses untuk menjadi penulis hebat,” pesannya.
Ia kemudian mengingatkan beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan siswa, seperti ingin tulisan sempurna sehingga tidak pernah mulai, melakukan plagiarisme, serta tulisan yang tidak terstruktur. Solusi utamanya adalah berani memulai karena setiap tulisan dapat diperbaiki.
Menutup sesi, Netta memberikan motivasi bahwa prestasi dapat dimulai sejak SMP. Ia mengajak seluruh peserta untuk berani mencoba dan terus berlatih. “Menulis bisa membawa kalian ke lomba, seminar, bahkan beasiswa. Kalau rajin latihan, kalian bisa jauh lebih hebat dari saya,” ungkapnya.
Kepala SMP Bina Budi Mulia, Edy Sugiarto Trisno, S.E., M.H. yang akrab disapa Pak Edy, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat literasi siswa serta membangun keberanian mereka dalam menuangkan ide melalui tulisan. Menulis adalah keterampilan penting untuk masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Netta menegaskan harapannya kepada para peserta. “Saya ingin adik-adik tidak takut memulai. Cukup dari satu kalimat sederhana, pilih topik yang dekat dengan kehidupan kalian, dan teruslah berlatih. Dari situlah proses berkembang dimulai,” tuturnya.
Salah satu peserta, Jessica Novia Andrianto, siswa kelas 8 yang akrab dipanggil Jessica, mengaku sangat terinspirasi dengan kegiatan ini. “Saya jadi lebih percaya diri untuk mulai menulis. Ternyata tidak harus menunggu sempurna, yang penting mulai dulu. Tips menulis lima menit setiap hari juga sangat membantu,” ungkapnya antusias.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta Ekskul Jurnalistik SMP Bina Budi Mulia semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan menulis serta berani berkarya sejak dini. (was)
Total Kunjungan: 297














