Hari Jadi Himpaudi yang ke 14 Ketua Himpaudi JatimBerdoa agar Anak PAUD Bebas Stunting

0
13
MalangTIMES

Inspirasi Pendidikan – Stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi badan di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis), hal ini diukur dengan menggunakan standar pertumbuhan anak yang dikeluarkan oleh WHO. Hal ini juga menjadi perhatian khusus warga indonesia tak terkecuali Ketua Himpaudi Jatim di hari jadi Himpaudi (Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini) yang ke-14 Tahun 2019

Di kutip dari MalangTimes,

“Teriring satu doa semoga anak usia dini bebas stunting. Baik di Kabupaten Malang ini maupun di Jawa Timur (Jatim) secara umumnya. Sehingga kelak mereka tumbuh menjadi manusia-manusia pintar, cerdas dan produktif. Menjadi sumber daya manusia unggul seperti dicita-citakan kita semua,” ucap Imam Mahmud, ketua Himpaudi Jatim, Selasa (10/09/2019).

Doa yang disampaikannya kepada ribuan siswa PAUD se-kabupaten Malang beserta para guru yang menghadiri Hari Jadi Ke-14 Himpaudi dari Imam itu tentunya bisa terwujud bila seluruh pihak ikut terlibat dalam persoalan stunting.

Imam menegaskan bahwa keterlibatan orang tua menjadi sangat penting dalam pencegahan stunting itu sendiri. Selain peran lembaga sekolah tempat anak-anak mereka belajar.

“Sama dengan harapan orang tua terhadap kepandaian anaknya di sekolah. Itu bisa terwujud bila orang tua juga berperan aktif dan terlibat dalam mewujudkannya di lingkup rumah dan lingkungannya,” ujarnya.

“Intinya, mari bersama mewujudkan anak-anak yang sehat dan cerdas. Di sektor pendidikan ini juga terus dikuatkan, khususnya di lembaga PAUD,” tegas imam, mengingat bahwa ini bukan hanya beban pendidik dan keluarga saja.

Plt Bupati Malang Sanusi juga mendoakan bahwa semakin bertambahnya umur Himpaudi akan semakin meningkatkan kiprah dan perannya dalam berbagai sektor pembangunan pendidikan anak-anak usia dini.
“Semoga, bertambahnya usia organisasi akan  diikuti oleh peningkatan kiprah dan peran Himpaudi dalam pembangunan. Khususnya berkaitan dengan kiprah untuk mencetak generasi penerus bangsa unggulan, yang akan menjadi ujung tombak kemajuan bangsa Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Beliau juga mendoakan agar seluruh anak-anak di Kabupaten Malang menjadi manusia-manusia sehat dan cerdas. “Serta tentunya bisa bebas dari stunting juga. Karena sekali lagi di pundak mereka nasib bangsa ini kelak dipikulnya,” imbuhnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Malang pun telah berupaya keras untuk menguatkan berbagai peran dan posisinya dalam pencegahan stunting sesuai tupoksinya. Baik melalui pencanangan sekolah sehat, pembinaan para guru terkait stunting maupun berbagai kegiatan positif lainnya.

“Kami memiliki komitmen untuk menyukseskan hal itu. Beberapa program yang telah berjalan tentunya akan diteruskan dan dikuatkan untuk mencapai tujuan mulia ini,” ucap Rachmat Hardijono, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Rachmat juga mendoakan bahwa seluruh harapan besar untuk mewujudkan generasi sehat dan cerdas di berbagai lembaga sekolahan di bawah kedinasannyabbisa terwujud. “Tentu kami doakan dan diikuti kerja keras untuk bisa mewujudkan hal itu,” pungkasnya.

Loading...