Siswa TK Belum Paham Sekolah Daring

0
270

Hari Pertama masuk sekolah Tahun Ajaran Baru 2020/2021 cukup membingungkan orangtua wali, khususnya siswa kelompok bermain, taman kanak-kanak (TK), dan sekolah dasar (SD). Meski sejak Senin (13/7) lalu dimulai ajaran baru, proses belajar mengajar madih belum dilakukan di sekolah.
Sampai saat ini pembelajaran kelompok bermain sampai SMA dilakukan di rumah saja, dengan sistem daring. Lusiana, seorang ibu muda yang tahun ini anaknya masuk kelompok bermain, turut menanggapi kebijakan belajar daring.
Menurut ibu tiga anak ini tiidak ada persiapan khusus, karena hari peratama masuk sekolah hanya dilakukan dari rumah, melalui vidcall wa. Persiapannya tidak banyak, hanya mengubah sedikit kebiasaan anaknya, Bintang Utara Abadi. Karena masih di rumah dan pembelajaran dimulai tidak terlalu pagi sekitar pukul 08.45 WIB, ujarnya.
Hari pertama menurut Lusiana, Bintang yang masih berumur 4 tahun hanya diminta untuk melafalkan Alfatekhah. Sambil dituntun Surat Alfatekhah pun tuntas.
Meski pembelajaran melalui daring, siswa Kelompok Bermain BSS – UB ini juga mengenakan seragam lengkap, bedanya hanya pada lokasi yang masih di rumah.
Lain halnya dengan Ahdiarevan Dzikri Alvaro atau Evan. Ketika mendapat vidcall dari gurunya, Evan asyik bermain. Saat diminta untuk perkenalan pun sambil berlari larian. Beda ketika saat dikelas, anak akan jenak duduk mendengarkan gurunya di depan kelas. Kalau di rumah mereka tetap asyik bermain. Mereka masih kurang faham sekolah daring, ujar Riri menanggapi tingkah evan saat sekolah daring.
Baik Bintang maupun Evan yang masuk sekolah hanya tiga dalam seminggu ini pun mendapat tugas dari sekolahannya, melalui lembar kerja. Tugasnya diambil kesekolahan tiap hari dan tiga hari kemudian dikumpulkan kembali dengan waktu yang berbeda antara wali murid satu dengan lainnya.(sap)

Loading...