8 Standar Bagi Perbaikan Mutu Pendidikan

by

Kab Malang, IP – Pembentukan sekolah rujukan dan rintisan adiwiyata  gencar dilaksanakan pemerintah. Adiwiyata merupakan program pemerintah secara nasional, sehingga baik kota dan kabupaten di Indonesia wajib melaksanakan.

Hal ini disampaikan Drs. Ahmad Wahid Arif MM,  Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang.

Sekolah adiwiyata merupakan sekolah berbasis peduli lingkungan. Dengan lingkungan sekolah yang sehat dan terjaga, diharapkan mampu menciptakan kenyamanan belajar bagi peserta didik. Melalui hal itu, perbaikan kualitas sekolah bisa didobrak.

“Secara keseluruhan, nyaman itu ketika anak-anak betah di sekolah. Jadi lingkungan itu nyaman untuk anak-anak belajar.  Sebaliknya jika lingkungan tidak nyaman, seperti kumuh, kotor, otomatis apa yang diberikan guru tidak dapat diterima dengan baik oleh peserta didik,” tutur Wahid, Jumat (28/8)

loading…

Lebih lanjut dia menjelaskan, sekolah adiwiyata dapat diimplementasikan dalam bentuk budaya mutu. Budaya mutu merupakan kualitas yang berusaha dibentuk menjadi sebuah kebudayaan pada setiap sekolah. Jadi kualitas merupakan tujuan utama yang harus dicapai bagi setiap sekolah. Tercapainya kualitas sekolah, didasarkan pada 8 standar.

“Secara nasional sekolah harus bisa menerapkan 8 standar, yakni standar isi, proses, kompetensi kelulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, serta standar penilaian” tandasnya

Wahid menyampaikan, ketika 8 standar sudah terpenuhi oleh masing-masing lembaga sekolah, secara otomatis akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan. Ketika kualitas pendidikan mampu tercapai dan terpenuhi, maka kepercayaan masyarakat terhadap sekolah juga akan meningkat.

“Selama ini, sekolah belum memenuhi syarat dari 8 standar tadi. Sekolah jadi ditinggalkan begitu saja oleh masyarakat. Orangtua sekarang mencari lembaga-lembaga pendidikan yang bagus, sedang biaya sudah menjadi nomor dua,” tambah Wahid

Sejauh ini Dindik Kabupaten Malang yang bekerja sama dengan LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Negeri Malang (UM), masih memiliki 12 sekolah binaan adiwiyata dan budaya mutu.  Jika dilihat, hal itu masih jauh dari target. Target Dindik sendiri, setidaknya untuk tingkat SD ditargetkan ada 3 sekolah binaan adiwiyata pada setiap kecamatan. Dari 3 sekolah binaan tiap kecamatan ini nantinya akan menjadi acuan untuk sekolah-sekolah di masing-masing wilayah kecamatan.

“Nanti akan saya komunikasikan dengan UM untuk pengembangannya, supaya bertahap ada percepatan untuk itu” tutup Wahid. (was)