Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan Ponpes Terapkan Daring dan Luring Sekaligus

by
Foto : Ist - IP Meski menerapkan luring, pihak pondok pesantren tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai nyebaran Covid-19.
Foto : Ist - IP Meski menerapkan luring, pihak pondok pesantren tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai nyebaran Covid-19.

Kab Malang, IP – Kebijakan proses belajar mengajar sekolah di tengah Pandemi Covid-19 ini masih simpang siur, antara diperbolehkan tatap muka (luring) dan tidak (daring). Beberapa sekolah ada yang sudah mulai menerapkan proses belajar mengajar secara luring, ada yang total daring.
Tidak demikiam dengan pondok pesantren. Sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Malang justru menerapkan proses belajar mengajar secara daring dan luring secara bersamaan. Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran salah satunya. Lembaga sekolah milik pondok pesantren menyarankan bagi siswa yang berasal dari luar alias tidak mukim di pondok pesantren untuk belajar secara daring, sedangkan siswa yang mukim di pesantren tetap mengikuti pelajaran secara tatap muka (luring).
Meski memakai sistem luring, pihak Ponpes tetap mewajibkan siswa untuk menerapkan protokol kesehatan. “Tetap kami terapkan protokol kesehatan. Siswa dan pengajar harus menggunakan masker dan menjaga jarak,” terang Sekretaris Pengurus Pondok Pesantren Babussalam, Sofiyulloh.
Tidak hanya itu. Siswa yang mukim di pesantren (santri) dan hendak berangkat sekolah
tidak diperbolehkan berrombongan dalam jumlah besar. Mereka harus digilir dengan berangkat bergantian. “Diawali dengan 10 santri berangkat pukul 07.00, 15 menit kemudian disusul 10 siswa lagi. Begitu seterusnya,” jelas Sofi.
Senada dengan Pondok Pesantren Babussalam, Pondok Pesantren Syarif Hidayatullah, Kecamatan Kepanjen juga menerapkan pembelajaran luring dan daring sekaligus.
“Bagi siswa kampung (siswa yang berasal dari sekitar pondok pesantren) disarankan untuk daring, sedangkan siswa yang mukim (santri,red) tetap tatap muka (luring),” tutur Ketua Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, Muhammad Khozin. (ron)