Dikti Apresiasi Konsep Sarjana Terapan Arhanud

0
196

BATU, IP – TNI Angkatan Darat (AD) mendapat tambahan Sarjana Terapan Teknik Jurusan Teknik Elektronika Sistem Senjata, Sarjana Terapan Teknik jurusan Teknik Telekomunikasi Militer, dan Sarjana Terapan Teknik Jurusan Teknik Otomotif Kendaraan Tempur. Ini setelah bertempat di Lapangan Upacara Politeknik AD telah dilaksanakan Wisuda Diploma 4 Angkatan II Tahun Pendidikan 2017 – 2020.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Komandan Kodiklat TNI AD, Letjen TNI A.M. Putranto, S.Sos. Melantik Peserta Didik D4 Angkatan II sebanyak 58 orang, terdiri dari 20 wisudawan Prodi Elektronika Sistem Senjata, 19 wisudawan Prodi Telekomunikasi Militer, dan 19 wisudawan Prodi Otomotif Kendaraan Tempur. Dengan mendapatkan titel lulusan S.T.Tr. (Sarjana Teknik Terapan).

Letjen TNI A.M. Putranto, S.Sos. menyatakan, dengan selesainya pendidikan ini, maka TNI AD mendapat tambahan sarjana-sarjana terapan ini. Adapun tugas-tugas mereka adalah mampu untuk melaksanakan tugas sebagai bintara teknisi, asisten pelatih, dan instruktur/pelatih dasar-dasar teknologi alutsista di lembaga pendidikan jajaran TNI AD/TNI.

“Perlu kita sadari bersama, bahwa seiring dengan adanya kemajuan teknologi alutsista yang telah dimiliki TNI AD, sangat berpengaruh terhadap pertahanan negara. Bahkan, terhadap kedudukan negara dalam diplomasi politik Internasional. Dengan beragam alutsista baru yang dimiliki TNI AD, peran kalian menjadi sangat penting” tutur AM Putranto, Sabtu (05/12/20).

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti), Wikan Sakarinto mengatakan, meski baru angkatan kedua, kualitas lulusan bisa dikatakan memiliki kualitas diatas rata-rata. “Dari cara mereka presentasi, menunjukkan kompetensi soft skill mereka tidak lagi diragukan. Dan di seluruh Indonesia, bisa saya katakan sementara disini (Arhanud) yang terbaik,” ungkap Wikan.

Ditambahkan Wikan, sangat membanggakan militer Indonesia semakin hari, ditambah dengan lulusan potensial yang menguasai teknologi terapan. “Link and match yang dimiliki oleh para lulusan ini tidak bisa diragukan lagi. Hasil karya kompetensi mereka sangat dibutuhkan di dunia militer. Sebentar lagi, Indonesia akan selangkah lebih maju di bidang teknologi militer,” pungkas dia. (doi