Perpustakaan UIN Bertaraf Internasional

0
253

MALANG, IP –Perpustakaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menjadi satu-satunya yang bertaraf internasional di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Perpustakaan UIN Malang ini telah menjadi anggota International Association of University Libraries (IATUL).

Hal ini disampaikan Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris. Dijelaskan, asosiasi ini beranggotakan 260 pepustakaan dari 74 negara. Misi IATUL adalah memfasilitasi, kolaborasi, sinergi, dan mempromosikan inovasi perpustakaan perguruan tinggi, terutama jaringan antara negara berkembang dan negara maju.

“Perpustakaan UIN Maliki Malang memang menjadi satu-satunya di Indonesia kampus di bawah PTKIN yang perpustakaannya masuk IATUL. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” kata Prof Abdul Haris, Jumat (29/1/2021).

Menurut Haris, Perpustakaan UIN Maliki merupakan konektor antara masyarakat dan juga perguruan tinggi. Selian itu, perpustakaan menjadi jantung perguruan tinggi.
Bahkan, Islam menganjurkan manusia untuk berilmu.

Ilmu itu juga harus bersumber dari sesuatu yang jelas. Salah satu sumbernya adalah dengan adanya perpustakaan. “Islam sangat apresiatif dengan perpustakaan,” jelasnya.

Dan di Perpustakaan UIN Maliki Malang terdapat simbol yang penuh makna filosofis mendalam. Misal, gambar atau simbol peta dunia yang tertempel di salah satu sisi dinding perpustakaan. Peta dunia itu mempunyai makna filosofi: Jika ingin menguasai dunia, harus dengan ilmu.
“Mau menguasai dunia harus berilmu. Berilmu itu harus membaca, dan ilmu itu ada sumbernya. Salah satunya, ya di perpustakan ini. Pengetahuan atau ilmu itu tentunya jika diniatkan baik, akan menjadi suatu hal bermanfaat besar pada kehidupan. Namun apabila sebaliknya, tentu akan menjadi sebuah bahaya,” papar Haris.
Perpustakaan UIN Maliki Malang telah didesain menarik. UIN Maliki telah melakukan kajian akan ruang dengan warna-warna dan penataan sesuai dengan era milenial. “Di sini juga disediakan meja-meja dan tempat diskusi yang memang bisa mdimanfaatkan para mahasiswa,” ucapnya.

M. Mufid, Kepala Perpustakaan UIN Maliki Malang, menambahkan, perpustakaan ini telah dua kali terakreditasi A secara nasional, sehingga dengan ini Perpustakaan UIN Maliki sudah sesuai dengan standar yang ada. Sesuai dengan target dan apa ayang disampaikan rektor bahwa UIN Maliki menuju smart university, otomatis Perpustakaan UIN Maliki Malang tentunya haru melakukan smart libary.

“Ini ke arah internasionalisasi universitas yang tengah digenjot oleh rektor. Tentu perpustakaan juga harus mengikuti itu. Kami berusaha melakukan kerja sama dengan asosiasi internasional. Dan kami sedang mengajukan di asosiasi tingkat regional Asia Tenggara,” bebernya.

Sebelum masa pandem, lanjut Mufid, Perpustakaan UIN Maliki sering dijadikan destinasi kunjungan baik kampus swasta maupun negeri, bahkan dari luar negeri. Mereka melihat bagaimana menajemen perpustakaan.

Sementara itu, Perpustakaan UIN Malang memiliki banyak koleksi. Buku cetak yang dimiliki berjumlah lebih dari 60 ribu judul dengan jumlah 210 ribu eksemplar.

Kemudian perpustakaan juga menyediakan e-book maupun jurnal internasional yang bisa diakses melalui smartphone. (doi)