PPKM Wisata Kampung Tematik Tetap Dibuka

0
209

Malang, IP – Per tanggal 11 Januari 2021 lalu, Pemerintah Kota Malang memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Namun hal ini tidak berlaku untuk wisata Kampung Tematik Kota Malang. Saat pelaksanaan PPKM, wisata Kampung Tematik terpantau tetap buka.

Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi menyampaikan, selama pandemi semua wisata Kampung Tematik mengalami penurunan jumlah pengunjung hingga sekitar 90%. Sehingga dalam kondisi yang cukup memprihatinkan ini, pihaknya memutuskan tetap membuka wisata Kampung Tematik di masa PPKM. Tentunya dengan pembatasan jam operasional, kapasitas pengunjung dan juga penggunaan protokol kesehatan.

Untuk jam operasional, kampung wisata Kampung Tematik akan dibuka dari Pukul 08.00 WIB sampai Pukul 16.00 WIB. Sedangkan khusus untuk Kampung Gribig Religi, waktu operasional awalnya buka hingga pukul 22.00, kini dibatasi beroperasi hanya sampai 19.00 WIB.

“Kami tetap mengikuti peraturan Wali Kota Malang tentang PPKM. Pertama kita melakukan pembatasan kapasitas pengunjung, protokol kesehatan dan kemudian terkait dengan jam operasional,” tandas Isa

Pria yang lebih akrab disapa Ki Demang ini melanjutkan, pelayanan Kampung Tematik dibagi menjadi dua jenis. Pelayanan menggunakan tiket masuk yang dijual harian, dan pelayanan dalam bentuk paket-paket wisata. Untuk pelayanan paket, selama pandemi Covid – 19 hampir tidak ada laporan terkait adanya kunjungan wisatawan ke Kampung Tematik. Sehingga bisa dipastikan, Kunjungan Kampung Tematik dengan sistem pelayanan paket wisata masih nol.

“Kondisi saat ini merima kunjungan, dua sampai tiga tiap bulannya itu sudah bagus. Kalau untuk tiket 10 sampai 20 orang dalam satu minggu juga sudah bagus. Kalau kemudian dibatasi pun, tidak ada kunjungan. Dulu pernah ditutup, dan dibuka kembali. Namun saat dibuka kembali tetap tidak ada kunjungan paket,” ujar Penggagas Kampung Budaya Polowijen ini Selama PPKM, untuk.memutus mata rantai Covid – 19, jumlah kunjungan maksimal juga didasarkan atas peraturan, yakni hanya menampung tidak lebih dari
25% sampai 30% wisatawan, dari kapasitas maksimal. Sedangkan untuk strategi-strategi pembatasan. Semua pengaturan di serahkan kepada Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di masing-masing kampung tematik.

“Untuk kegiatan yang sifatnya pelaksanaan festival, selama Bulan Januari pada pelaksanaan PPKM ini, setalah kami data, tidak ada satu kampung pun yang melaksanakan event. Dan untuk kegiatan masyarakat yang sifatnya produksi di Kampung Tematik. Seperti memproduksi tempe, keramik, membuat topeng. Silakan tetap berjalan dengan protokol kesehatan” pungkas Isa. (was)