Tekad LKSA Nurul Hikmah, Antarkan Anak Asuh Hingga Perguruan Tinggi

0
20

Kab Malang, IP – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Hikmah, menjadi salah satu lembaga di Kebonagung, Kec. Pakisaji yang menjadi wadah untuk membantu anak yatim dan piatu Kebonagung.

Musyarofah, Pengasuh LKSA Nurul Hikmah mengungkapkan LKSA Nurul Hikmah berdiri pada tahun 1992. Pada awalnya bernama Panti Asuhan Nurul Hikmah. Namun karena adanya arahan dari Bupati Kabupaten Malang, akhirnya berubah menjadi LKSA.
“Alasannya karena Panti Asuhan harus asrama, kalau LKSA tidak harus tinggal di asrama,” bebernya

Berkat motivasi mulia tersebut LKSA Nurul Hikmah berhasil berdiri secara legal dan rutin membuat laporan pertanggungjawaban kepada Kecamatan Pakisaji dan Dinas Sosial Kabupaten Malang tiap 6 bulan sekali.

Lebih lanjut, anak yatim piatu menurutnya adalah tanggung jawab bersama. Oleh karenanya, LKSA Nurul Hikmah bertekad untuk terus membantu pendidikan anak yatim piatu.

Harapannya agar anak yatim piatu masih bisa memperoleh pendidikan yang layak, walaupun dalam kondisi kesulitan ekonomi.
Tekad tersebut lantas dibuktikan dengan keberhasilan LKSA Nurul Hikmah mengantarkan beberapa anak asuh masuk ke perguruan tinggi. Diketahui saat ini ada empat anak yang tengah kuliah di Unisma, UIN Malang, UB dan Unira.

Dia lantas mengaku, anak-anak yang sekarang berada di perguruan tinggi sebenarnya statusnya bukan yatim piatu. Namun karena sudah menjadi tanggung jawab LKSA Nurul Hikmah, maka pihaknya bertekad akan mengantar mereka sampai lulus.Selain ke empat anak tersebut, sebelumnya sudah terdapat tiga anak asuh yang telah memperoleh gelar sarjana, setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Bahkan salah satu anak asuh yang sudah lulus, kini telah menjadi ustaz pondok pesantren yang ada di LKSA Nurul Hikmah.
“Anak-anak di sini harus sekolah dan mengaji. Ini sesuai misi kami, mereka harus sekolah dan mondok. Jika tidak mau sekolah, maka anak tidak harus di sini. Mereka yang di sini memang dari anak yatim, piatu, dan beberapa dari keluarga duafa,” kata Musyarofah
Ia kembali bercerita, awal berdirinya LKSA Nurul Hikmah memang memiliki sumber daya pengurus yang terbatas dan hanya mengasuh beberapa anak saja.

Lantaran tak memiliki sumber dana yang memadai, pada awal berdirinya LKSA itu hanya bisa membantu 50 persen biaya sekolah anak yatim yang ada di Desa Kebonagung.
Tidak rela jika harus melihat masa depan anak yatim Desa Kebonagung miskin pendidikan, dengan izin Kyai sepuh LKSA kemudian mulai menghimpun dana dengan mengajukan proposal ke beberapa lembaga, instansi, dan perusahaan di Malang.
“Saat ini bisa menghimpun dana dan bisa membiayai sekolah anak-anak ini secara penuh,” ungkapnya kepada awak media.

Berkat meningkatnya perhatian masyarakat kepada LKSA Nurul Hikmah. Ia lantas menyebutkan,
jika saat ini donatur mulai berdatangan untuk memberikan bantuan meski tanpa diminta.
“Alhamdulillah kita bisa membiayai kebutuhan anak-anak. Termasuk biaya sekolah, peralatan sekolah, buku, seragam, juga bisa tinggal di sini, makan, dan uang sakunya,” tutur Musyarofah

Akan tetapi hingga saat ini pihaknya masih membatasi jumlah anak yatim di LKSA Nurul Hikmah, yakni maksimal hanya 50 anak. Hal ini dilakukan, karena LKSA belum memiliki sumber pemasukan pasti sebagai pemasukan sumber dana utama yang bisa diandalkan. (was)

Loading...