Siswa SMK PIM dapat Juara Tingkat Provinsi Lomba Tulis Cerita Fiksi

0
23
Salsabilah Tiara Zaki, salah satu siswa SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM) peraih juara di lomba menulis cerita fiksi tingkat Provinsi Jawa Timur. (Foto: Ist)

Malang, IP – Salsabilah Tiara Zaki, salah satu siswa SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM), berhasil raih juara pada lomba menulis cerita fiksi tingkat Provinsi Jawa Timur.
Dalam lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, tepatnya Bidang Cagar Budaya dan Sejarah tersebut, diketahui bahwa dirinya bersaing dengan 285 peserta.
Ratusan peserta tersebut berasal dari SMK SMA se-Jawa Timur. Baik sekolah swasta mau pun sekolah negeri. Menurut Kepala SMK PIM, Atik Dina Fitria, M.Pd, siswanya tersebut dapat meraih juara setelah menulis cerita fiksi berlatar belakang sejarah.
Sedangkan tema perlombaan yang ditetapkan adalah “Pesona Rempah dalam Perjalanan Sejarah Maritim dan Perdagangan Jawa Timur”.
Atik menuturkan, siswa Jurusan Kompetensi Kimia Industri itu berhasil mendapatkan peringkat ke-5 termasuk juara harapan 2 se-Jawa Timur.
“Kesuksesan ini tidak lepas dari guru yang pembimbingnya, Septa Rahadian M.Pd.,” imbuh Atik
Ia melanjutkan, inspirasi untuk mengikuti lomba menulis berasal dari keaktifan Salsabila di organisasi SMK PIM.
Tepatnya menjadi anggota OSIS.
“Keaktifan berorganisasi memberinya inspirasi untuk mengikuti lomba menulis cerita fiksi berjudul Rempah-Rempah: dari Nusantara sampai Ujung Dunia,” tegasnya
Dalam kesempatan yang sama, Salsabila menyampaikan judul tersebut diambil karena tulisannya bercerita tentang seorang tokoh utama yang tidak suka sejarah.
Bahkan sang tokoh utama digambarkan dengan minimnya pengetahuan tentang sejarah Indonesia, termasuk sejarah rempah-rempah.Kemudian sejarah rempah-rempah bisa diketahui, justru berkat adanya orang asing yang berkunjung ke Indonesia dan mempelajarinya.
“Sejarah rempah-rempah itu tidak hanya di Nusantara saja, tetapi sampai mendunia.
Pedagang asing seperti dari Arab, India, China, Gujarat rela datang ke Nusantara demi melakukan perdagangan rempah-rempah,” ungkap Salsabila
Terakhir dirinya menyampaikan, manfaat rempah-rempah yang sudah dikenal oleh masyarakat seluruh dunia.
Menjadikan rempah-rempah sebagai sumber daya yang direbutkan oleh bangsa sendiri dan juga bangsa asing.
“Sampai perdagangan rempah di Indonesia di monopoli oleh penjajah asing,” pungkasnya. (was)