Maksimalkan Potensi Biji Kapuk Randu, Tim Polinema Kembangkan Biodiesel Ramah Lingkungan

0
104

Malang, IP – Dosen beserta mahasiswa dari Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang (Polinema), beri pelatihan pengolahan limbah biji kapuk randu menjadi biodiesel ramah lingkungan bagi warga Desa Suwayuwo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (2/10/2021).
Kegiatan yang terlaksana di Balai Desa Suwayuwo ini, setidaknya diikuti oleh 15 orang peserta. Terdiri dari 15 orang kader karang taruna, ketua asosiasi petani kapuk, kepala desa, serta perwakilan warga Desa Suwayuwo.
Dosen Teknik Kimia sekaligus Pemateri, Dr Sandra Santosa BTech MPd menyampaikan, potensi biji kapuk randu di Desa Suwayuwo cukup besar. Sayangnya, pemanfaatan potensi tersebut kurang maksimal.
Sebab itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mengolah biji kapuk randu menjadi biodiesel, dan sekaligus menjawab tantangan pemerintah guna mengembangkan biodiesel sebagai energi terbarukan.
“Dalam pengolahan satu kilo gram biji kapuk ini, mampu menghasilkan minyak sebanyak kurang lebih 300 ml,” ungkap Sandra.
Lanjutnya, minyak akan dilakukan proses esterifikasi, trans esterifikasi, dan terakhir dilakukan proses pencucian biodiesel.
Tujuannya agar didapatkan biodiesel dengan tingkat kemurnian tinggi.
Dari sosialisasi pengolahan biji kapuk randu menjadi biodiesel ini, Kepala Desa Suwayuwo Abdul Mujib menyampaikan masyarakat sangat antusias dan tertarik.
Masyarakat pun juga mendapat kesempatan secara langsung untuk mencoba dan mempraktikkan alat serta melakukan proses produksi biji kapuk menjadi biodiesel.
“Saya melihat antusiasme masyarakat Desa Suwayuwo yang cukup besar terhadap inovasi yang diberikan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Politeknik Negeri Malang ini,” paparnya.
Dirinya lantas berharap masyarakat Desa Suwayowo dapat mengembangkan dan memanfaatkan biji kapuk menjadi biodiesel.
Tidak hanya dalam skala home industri, namun mendatang juga dapat dikembangkan sampai skala pabrik.
Sehingga pada gilirannya, m ampu meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya para petani kapuk Desa Suwayuwo di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.
Pada akhir acara, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) memberikan hibah berupa mesin screw press kepada masyarakat Desa Suwayuwo, sebagai bentuk simbolis kerja sama dan upaya keberlanjutan program.
Dalam melakukan pengabdian, Sandra Santosa ditemani oleh Arief Rahmatulloh SSi MSi, Mutia Devi Hidayati SSi MSi, dan Pritantina Yuni Lestari SPd MPd, serta empat mahasiswa, yakni Nadya Dwita Al’adawia, Taghsya Antibatul Rochman, Prasasti Valentina Gustama, dan Rizki Bagus Maulana.