Dikbud Ingin Manfaatkan Museum Jadi Tempat Belajar Menyenangkan

1
58

Malang, IP – Pemerintah Kota Malang ingin mengajak seluruh unsur masyarakat kembali berkunjung ke museum. Upaya ini terlaksana melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dikbud Kota Malang, Dr Dian Kuntari S STP yang menyampaikan pihaknya ingin mengajak masyarakat kembali ke museum.
“Kami ingin mengubah image bahwa museum itu hanya digunakan untuk menyimpan benda-benda purbakala,” imbuhnya.
Dian melanjutkan, pihaknya juga ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa museum juga bisa digunakan sebagai wahana belajar yang menyenangkan.
Seperti belajar macapat, teknik menari tradisional, dan geguritan bagi anak. Terutama bagi anak yang sudah menjadi siswa jenjang SMP.
“Kemudian juga terdapat lomba-lomba, seperti lomba alur kisah bertema diorama tentang Mpu Purwa sesuai nama museum. Di museum Mpu Purwa sendiri ada 13 diorama,” sambungnya.
Sedangkan para guru atau tenaga pengajar, pembelajaran diarahkan untuk belajar gamelan, serta belajar bersama terkait Aksara Jawa kuno.
Dian mengaku, para guru terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan belajar tersebut. Mengingat banyak pengetahuan baru yang diterima oleh mereka.
Tidak berhenti sampai situ, pihaknya juga ingin memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak jenjang SD. Contohnya bola bekel, egrang, bakiak, dakon, loncat tali, gobak sodor dan lain sebagainya.
Sebab di era sekarang, banyak permainan tradisional yang jarang dilihat dan dimainkan oleh anak-anak, akibat sibuk dengan gadget masing-masing.
“Kita coba perkenalkan lagi, bahwa jaman dulu ada permainan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Ini perlu kita lestarikan, supaya tidak terputus antar generasi,” paparnya.
Dian lantas menyampaikan, Dikbud Kota Malang ingin mengenalkan tradisi sekaligus mengenalkan adanya lokasi asyik untuk beraktivitas, yakni museum. Dengan demikian, ia juga berharap masyarakat bisa lebih mengenal museum dan budayanya sendiri.
“Museum tempat yang menyenangkan, karena penataannya tidak asal-asalan,” pungkasnya.