Wujudkan SDGs, Tim UM Lakukan Pendampingan Bikin Pupuk

0
Proses pembuatan pupuk organik. (Foto: Ist/IP).

Malang, IP – Dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) salah satu yang bisa diterapkan adalah strategi Green Economy dalam transformasi pertanian.

Namun saat ini, sekitar 30 triliun alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah belum memberikan efek yang signifikan.

Terlebih ketersediaan pupuk juga belum mencukupi jumlah seluruh petani di Indonesia, sehingga pupuk bersubsidi di beberapa daerah terjadi kelangkaan. Selain itu, pupuk non subsidi juga terlalu mahal bagi petani.

Merespons kondisi tersebut, petani perlu melakukan inovasi dengan strategi Green Economy.

Peluang dan tantangan tersebut lantas direspons oleh Prof Dr Sumarmi MPd bersama dua dosen, mahasiswa, dan alumni Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang (UM).

Mereka melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mendampingi Kelompok Tani Makmur Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

“Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UM,” ujar Prof Sumarmi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UM.

Bikin Pupuk Organik dengan Metode Shivansh Fertilizer

Tim pengabdi UM bersama Kelompok Tani Makmur Desa Medowo usai praktik pembuatan pupuk. (Foto: Ist/IP).

Bersama dengan beberapa anggota kelompok tani, pada Minggu (3/7/2022) Tim UM membuat pupuk organik dengan Metode Shivansh Fertilizer.

Menurut Sumarmi, tujuan dari pembuatan pupuk dengan Metode Shivansh Fertilizer ini untuk membantu petani dalam menekan biaya budidaya pertanian.

“Karena pupuk ini pembuatan cukup sederhana dengan bahan-bahan yang tersedia secara gratis di sekitar lingkungan petani,” ujarnya.

Selain itu, pupuk organik juga bisa menekan penggunaan pupuk kimia yang dalam jangka panjang akan menurunkan kualitas lingkungan, karena tanah menjadi semakin keras.

“Penggunaan pupuk organik dengan metode tersebut juga mendukung pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Tim UM, kelompok Tani Makmur langsung mempraktikkan kegiatan pembuatan pupuk organik.

Metode ini memanfaatkan limbah peternakan dan perkebunan yang ada di sekitar lingkungan mereka.

Pembuatan pupuk organik itu sendiri membutuhkan tiga bahan, yakni material hijau (rumput/daun segar), material kuning (rumput/daun kering), dan kotoran hewan.

Ketua Tani Makmur Desa Medowo Nurwahyudi mengaku, proses pembuatan pupuk mudah untuk dipraktikkan dan sederhana.

“Prosesnya mudah dipraktikkan dan sederhana serta bahannya gampang didapatkan dan tentunya gratis. Karena bahannya ada di sekitar lahan masyarakat yang selama ini terbuang secara sia-sia,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News