Entaskan Kemiskinan Ekstrem Malang Raya dengan PENA dan RST

0
112
Foto : Kunjungan Mensos Risma di Kabupaten Malang dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrem bagi masyarakat Malang Raya. (Ist/IP)

Kab Malang, IP – Dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di Malang Raya, Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Bank Indonesia galakkan program PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara) dan RST (Rumah Sejahtera Terpadu).

Menurut Menteri Sosial Tri Rismaharani, PENA bertujuan untuk memfasilitasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar memperoleh penghasilan di luar bantuan sosial. Sedangkan RST bertujuan untuk memperbaiki rumah yang sudah tidak layak huni.

Di wilayah Malang Raya, terdapat 443 KPM yang menjadi sasaran dari program tersebut. Rinciannya, 21 KPM kategori kemiskinan ekstrem mendapat bantuan PENA dan RST, lengkap dengan isi perabotan rumah. Sisanya, sejumlah 422 KPM menerima PENA. Kemensos bekerja sama dengan BI dalam pendanaan PENA di Malang Raya dengan indeks Rp 10 juta per KPM.

Baca Juga :

Kota Malang Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

228 Pelajar di Kota Batu Dapat Bantuan Alat Sekolah

Bupati Malang Siap Perjuangkan Bantuan bagi PAUD dan TK

PENA menjadi program terobosan Mensos Risma yang bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi bagi KPM. Dengan demikian, KPM tidak terus bergantung pada bantuan sosial (graduasi). Terutama KPM dalam rentang usia produktif di bawah 40 tahun.

“Yang utama adalah mengeluarkan PM usia muda. Mereka yang kita upayakan untuk dikeluarkan (dari kemiskinan ekstrem, red) dulu,” ujar Risma sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemensos.

Target di seluruh Indonesia, PENA bakal menyasar 8.500 penerima dengan indeks bantuan modal usaha senilai Rp 6 juta per KPM. Terdapat lima kluster usaha dalam PENA yaitu makanan, kerajinan, jasa, pertanian dan peternakan.

Program di Malang Raya sendiri, rencananya bakal menjadi pilot project yang diharapkan dapat diterapkan di seluruh daerah di Indonesia. Risma mengaku, guna melihat calon KPM dengan kategori kemiskinan ekstrem, pihaknya melakukan screening data dengan melihat dari sisi ekonomi dan kondisi fisik rumah.

“Saya coba melihat data. Memang, ekstrem itu kita liat dari sisi ekonomi, kondisi fisik rumah, itu memang kondisinya memprihatinkan,” katanya.

Sebagai informasi, bantuan bagi KPM di Malang Raya diserahkan secara simbolis oleh Deputi BI Doni Primanto Joewono kepada empat perwakilan KPM yang hadir di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Penyerahan terlaksana pada acara Serah Terima Tahap I Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Subsisten (PENA) dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Malang Raya, Jum’at (23/12).